Malang, JatimUPdate.id — Sebuah inisiatif pemetaan wilayah administratif kini tengah berlangsung di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Baca juga: Wabup Malang Apresiasi Peran Strategis GP Ansor
Kelompok 52 mahasiswa Program Mahasiswa Terapan (PM-T) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang memimpin program yang dimulai awal Agustus ini sebagai bagian dari pengabdian masyarakat mereka, Rabu (6/8/2025).
Upaya ini bertujuan untuk mengisi kekosongan data batas wilayah antar dusun dan lahan yang selama ini belum terdokumentasi secara rinci.
Dengan informasi batas wilayah yang lebih akurat, pemerintah desa diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan administrasi serta menyusun strategi pembangunan desa yang lebih terarah.
Ardianus Hunga, ketua Kelompok 52, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kerja sama erat antara tim mahasiswa, aparatur desa, dan warga setempat.
“Kami melakukan survei langsung di lapangan, berdiskusi dengan tokoh masyarakat, serta menggunakan teknologi GPS dan peta referensi guna memastikan ketepatan koordinat batas wilayah,” ujarnya.
Respons positif datang dari Sekretaris Desa Ngroto, Bapak Mulyono. Ia menegaskan bahwa pemetaan ini memiliki peran krusial sebagai dasar penyelesaian potensi konflik lahan dan pengembangan tata ruang desa di masa depan.
“Kehadiran mahasiswa memberikan nilai tambah yang signifikan. Ini akan menjadi fondasi bagi peta desa resmi yang dapat terintegrasi dengan database pemerintah kabupaten,” kata Mulyono.
Dalam proses pemetaan, mahasiswa juga melibatkan perwakilan warga dari masing-masing dusun. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa penentuan batas wilayah tidak hanya akurat secara teknis, tetapi juga mencerminkan kesepakatan komunitas.
Output dari program ini nantinya berupa peta digital lengkap dengan laporan dokumentasi yang diserahkan kepada pemerintah desa.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Mahasiswa UNITRI Berdayakan Desa Jombok
Pamela, dosen pembimbing lapangan, menambahkan bahwa inisiatif ini memberikan dampak nyata dalam menetapkan delimitasi administratif yang jelas antar dusun, RT/RW, dan desa sekitar.
Ketersediaan peta yang presisi akan menjadi modal strategis bagi Desa Ngroto dalam menyusun rencana pembangunan infrastruktur seperti jalan akses, jembatan penghubung, sistem irigasi, serta fasilitas pelayanan publik lainnya.
Kolaborasi antara mahasiswa Unitri dan masyarakat Desa Ngroto dalam pemetaan wilayah ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga tentang membangun fondasi kuat bagi pengelolaan desa yang berkelanjutan. Dengan data batas wilayah yang jelas dan terverifikasi, desa dapat melangkah lebih mantap dalam merancang masa depan yang terstruktur dan inklusif. (red/fiq)
Editor : Redaksi