Surabaya, JatimUPdate.id – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau yang akrab dipanggil Cak YeBe menyoroti insiden bendera merah putih terbalik saat upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Balai Kota Surabaya, Sabtu (17/8).
Ia menegaskan peristiwa itu murni ketidaksengajaan dan meminta masyarakat tidak menyalahkan paskibra.
Baca juga: Fraksi PDIP-PAN Minta APBD Surabaya 2026 Tak Cuma Kejar Pendapatan
“Jangan dibesar-besarkan dan jangan juga menghakimi adik-adik paskibra. Mereka generasi muda yang kelak meneruskan estafet kepemimpinan. Justru mereka sigap dan dalam hitungan detik bisa mengoreksi posisi bendera,” kata Cak YeBe.
Kendati begitu, ia menganggap kejadian tersebut harus menjadi evaluasi, Bakesbangpol Surabaya memperketat seleksi paskibraka
Baca juga: Komisi C Ingatkan Kontraktor, Jalan Rusak Jangan Menunggu Disidak Wali Kota
Pun tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga mental, psikologis, dan ideologi.
“Kesiapan mental dalam menjalankan tugas yang berat harus benar-benar dipastikan. Kami mendorong adanya seleksi yang lebih ketat, termasuk tes psikologi, mental, dan ideologi, agar hal seperti ini tidak terulang,” tegas politisi Gerindra itu.
Baca juga: Surabaya Barat Dipenuhi Properti, Buchori Imron Dorong Pemerataan Investasi
Cak YeBe juga menyinggung soal anggaran paskibra Surabaya yang dinilai besar. Dengan dana tersebut, ia berharap proses rekrutmen dan pembinaan berjalan maksimal.
“Anggaran paskibraka itu besar, maka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar kita punya pasukan pengibar bendera yang benar-benar siap,” demikian Yona Bagus Widyatmoko. (*Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat