Bupati Hamid: Kasus Penusukan Siswa Jadi Pelajaran, Kekerasan di Sekolah Harus Ditangani Tuntas

Reporter : M Aris Effendi
Bupati Hamid saat menjenguk korban di RSUD dr. Koesnadi, Jumat (22/8/2025). Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Wabup As'ad Yahya Syafi'i, Dandim 0822 Bondowoso Letkol Arh Achmad Yani, anggota DPRD Abdul Majid, serta Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso,

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menyesalkan kasus penusukan yang menimpa seorang siswa SMP di Kecamatan Grujugan.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat

Menurutnya, insiden yang terjadi Kamis (21/8/2025) itu harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar kekerasan di sekolah tidak lagi terulang.

“Kita prihatin dengan kejadian ini. Semua biaya perawatan korban akan ditanggung pemerintah, dan korban juga mendapat pendampingan psikologis,” tegas Bupati Hamid saat menjenguk korban di RSUD dr. Koesnadi, Jumat (22/8/2025).

Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Wabup As'ad Yahya Syafi'i, Dandim 0822 Bondowoso Letkol Arh Achmad Yani, anggota DPRD Abdul Majid, serta Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Haeriyah Yuliati.

Bupati Hamid menekankan, penanganan kekerasan di sekolah tidak cukup sebatas menyelesaikan kasus, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan kesadaran, pengawasan, dan edukasi berkelanjutan.

Baca juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik

“Kita berharap ini menjadi pelajaran agar permasalahan kekerasan di sekolah bisa ditangani secara tuntas. Peningkatan kesadaran, pengawasan, serta edukasi harus dilakukan terus menerus,” ujarnya.

Peristiwa penusukan itu menimpa MD (13), siswa kelas VII yang mengalami luka serius di bagian perut akibat tusukan temannya sendiri. Keduanya diketahui duduk di kelas yang sama, baru lima minggu bersekolah, dan masih dalam tahap adaptasi.

Kepala Sekolah, Rita Kurniati, menjelaskan insiden berawal dari pertengkaran kecil usai kegiatan *Makan Bergizi Gratis* (MBG). “Dari keterangan anak-anak dan hasil pemeriksaan polisi, memang sempat ada pertengkaran yang diduga memicu kejadian,” jelasnya.

Baca juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Haeriyah Yuliati, memastikan pihaknya segera memberikan dukungan psikologis kepada siswa lain yang turut mengalami trauma.

“Selain menemui dewan guru, kami juga memberikan perhatian kepada siswa yang mengalami shock,” ungkapnya.

Sebagai langkah preventif, Dispendik Bondowoso juga mengeluarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah agar tidak menyediakan benda tajam di lingkungan pendidikan. “Kalaupun diperlukan untuk praktik, maka itu murni milik sekolah dan hanya digunakan saat pembelajaran,” tegas Haeriyah. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru