Bondowoso, JatimUPdate.id, – Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Safi’i menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Bondowoso Tahun 2025 di kantor DPD Golkar setempat, Sabtu (20/9/2025).
Baca juga: Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid Raih Gelar Doktor Cumlaude, Padukan Kepemimpinan dan Ilmu
Dalam sambutannya, Bupati Hamid menekankan bahwa musyawarah sejatinya bukan ajang mencari siapa yang paling benar, melainkan ruang untuk menemukan jalan mufakat.
“Kita berkumpul bukan untuk saling mengalahkan, melainkan untuk bersinergi,” tegas Bupati Bondowoso.
Hamid mengajak seluruh kader Golkar agar menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Menurutnya, Musda harus menjadi momentum memperkuat komitmen, merajut kebersamaan, dan melahirkan karya nyata demi kemajuan Bondowoso.
“Mari kita berkolaborasi, bahu-membahu membangun masa depan Bondowoso yang kita cintai,” ujarnya.
Baca juga: Dies Natalis ke-79, HMI Bondowoso Tegaskan Komitmen Perkuat Nilai Perjuangan dan Perkaderan
Ady Kriesna: Musda Jadi Momen Muhasabah
Sementara itu, Ady Kriesna, ketua DPD Golkar Bondowoso, yang menjadi satu-satunya calon Ketua DPD Golkar Bondowoso periode 2025–2030 menegaskan bahwa capaian yang diraih partai tidak lepas dari kerja keras kolektif seluruh kader hingga ke tingkat desa.
Ia mencontohkan bertambahnya kursi Partai Golkar di DPRD Bondowoso dari enam menjadi tujuh pada Pemilu 2024 sebagai salah satu bukti kerja bersama.
Baca juga: Golkar Fasilitasi 2.120 Pelajar Bondowoso Terima Beasiswa PIP, Perkuat Program Pendidikan Daerah
“Kalau ada keberhasilan, itu bukan karena saya pribadi. Semua pencapaian lahir dari dedikasi, loyalitas, dan perjuangan kolektif kader Golkar,” katanya.
Kriesna menekankan pentingnya menjadikan Musda sebagai ajang muhasabah dan refleksi diri. Menurutnya, kepemimpinan tidak sekadar membangun infrastruktur atau menambah kursi DPRD, melainkan juga mewariskan nilai-nilai kepada generasi berikutnya.
“Jika Partai Golkar besar, maka semua yang ada di dalamnya akan ikut besar. Tapi jika hanya membesarkan satu orang, belum tentu partai ikut besar,” pungkasnya. (ries/mmt)
Editor : Miftahul Rachman