Sukabumi, JatimUPdate.id - Sekretaris Jenderal Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), Syamsul Qomar, menekankan pentingnya peran KAHMI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan. Pesan itu disampaikan dalam sambutannya pada acara pelantikan Majelis Daerah (MD) KAHMI Sukabumi yang digelar di Pusat Kajian Islam (Puski) Kota Sukabumi.
Syamsul menilai, KAHMI memiliki modal besar berupa jaringan alumni yang terdiri dari kalangan profesional, akademisi, birokrat, pengusaha, dan aktivis. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan KAHMI dapat menciptakan gagasan sekaligus aksi nyata yang mampu menjawab tantangan pembangunan di berbagai sektor.
Baca juga: Siti Zuhro: UICI Harus Terus Berperan dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
“KAHMI harus hadir bukan sekadar sebagai organisasi alumni, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan masyarakat. Tanggung jawab pembangunan bukan hanya milik pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh elemen bangsa,” ujar Syamsul di hadapan peserta pelantikan, Minggu (28/09).
Ia menegaskan, kekuatan intelektual dan jejaring yang dimiliki KAHMI dapat memberikan kontribusi penting, terutama dalam isu-isu strategis seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.
Baca juga: Diskusi Terbuka MN KAHMI: 50 Orang Tewas Setiap Hari di Indonesia Akibat Narkoba
“Dengan potensi yang dimiliki, KAHMI Sukabumi diharapkan mampu memberikan solusi konkret bagi kemajuan daerah,” tambahnya.
Pelantikan ini juga dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Presidium MW KAHMI Jawa Barat yang juga anggota DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra, Dodi Ferdiana, yang secara resmi melantik pengurus baru. Ferry Gustaman, S.H., dipercaya sebagai Koordinator Presidium MD KAHMI Sukabumi bersama Dr. Dadang Sahroni, M.Pd., Aam Abdussalam, S.Ag., Jaka Susila, S.Pd.I., dan Ai Sopiah, S.Ag.
Baca juga: Syamsul Qomar Tekankan KAHMI Harus Hadir Memberi Solusi
Kehadiran Syamsul Qomar sekaligus menjadi pengingat bahwa peran KAHMI tidak hanya berhenti pada ranah organisasi, tetapi juga sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang mampu mendukung keberlanjutan pembangunan Sukabumi secara inklusif dan berdaya saing (*)
Editor : Redaksi