Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Baznas Surabaya, Moch Hamzah, menampik jika program penebusan ijazah dialihkan ke program lain.
"Bukan mengalihkan, tetapi kita tidak menjadi program prioritas untuk di tahun 2025. Karena di Baznas ini ada namanya RKT ya," tutur Hamzah di kawasan Yos Sudarso, Senin (6/10).
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Bakal Renovasi Rumah Pemulung Lansia di Sedati
Hamzah menegaskan tidak menjadikannya program prioritas penebusan ijazah setelah pihaknya melakukan evaluasi.
Setelah itu, kata Hamzah Baznas menggelontorkan program satu keluarga satu sarjana (SKSS)
Baca juga: "Drama Korea Ijazah Palsu: Siapa Sebenarnya Oppa Besar di Balik Layar?"
"Jadi 2024 kita evaluasi, kami kira sudah banyak ijazah ditebus, jadi kan mereka perlu kuliah. Maka kita fasilitasi untuk SKSS. Itu saja sebenarnya yang sedikit bergeser anggaran. Tapi anggaran pendidikan masih ada," beberapa Hamzah.
Hamzah menegaskan intervensi program penebusan ijazah untuk tahun sebelumnya dianggap cukup.
Baca juga: ASN Sidoarjo Donasikan Rp1,38 Miliar untuk Ponpes Al Khoziny, Bupati: Bentuk Kepedulian atas Musibah
Maka dari itu Baznas Surabaya saat ini memprioritaskan program SKSS untuk menyelaraskan RKT.
"Karena cukup banyak yang kita sudah intervensi kan ya waktu itu. Kita kan ada beberapa program menyesuaikan dengan RKT yang di atas, misalnya di provinsi ada SKSS. Saya kira kita di RKT juga menyesuaikan. Jadi berkesinambungan," demikian Moch Hamzah. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman