Surabaya,JatimUPdate.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menjelaskan anggaran APBD 2026 sebesar Rp 12,7 triliun dialokasikan ke berbagai program pembangunan.
Eri menyebut proses lelang dapat dilakukan kendati kontraknya akan berjalan Januari 2026.
Baca juga: WFH, DPRD Yakin Layanan Pemkot Optimal, Pengalaman Sejak Pandemi Covid-19
"Kita akan segera melaksanakan pembangunan untuk tahun 2026, karena kita sudah bisa melakukan seperti persiapan lelang dan lain-lain, kontraknya memang di bulan Januari mendatang. Tapi, prosesnya sudah bisa dilakukan, sehingga nanti Januari juga bisa jalan," kata Eri, Selasa (11/11).
Selian itu, Pemkot juga akan melakukan optimalisasi aset mangkrak dan peningkatan retribusi reklame.
Hal ini tutur Eri, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah pemotongan dan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp 730 miliar.
Baca juga: Gerindra Sambangi Eri Cahyadi, Alif: Murni Silaturahmi Tak Ada Agenda Khusus
Ia optimistis inovasi ini dapat menutupi kekurangan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun yang dibutuhkan setelah pemotongan TKD.
"Kita akan menaikkan dari reklame, jadi nanti di posisi jalan utama kita pakai neon-neon box itu sehingga bisa terang, tapi yang bayar listrik bukan kita, tapi kita mendapatkan pendapatan. Insyaallah bisa," urai Eri.
Ia juga mengapresiasi DPRD Surabaya dalam menginisiasi program rumah hunian layak bagi warga berpenghasilan rendah.
Baca juga: Respons Sidak Eri, Alif Iman Waluyo: Wali Kota Bisa Evaluasi Kinerja OPD
Menurutnya, program ini akan memastikan sasaran bantuan, termasuk beasiswa, tersalurkan dengan tepat.
"Dalam satu rumah, kita punya anggaran untuk beasiswa. Berapa anak yang diberikan, apakah satu keluarga itu diberikan dua, memang harus kita sepakati. Tapi kalau ada yang lebih dari dua, ya memang tidak bisa kita bantu. Kalau kita sentuh semuanya, tidak mungkin anggaran kita cukup. Maka saya matur nuwun kepada DPRD," demikian Eri Cahyadi. (Roy).
Editor : Miftahul Rachman