Masjid Award 2025, DMI Jatim Beberkan Fungsi dan Tantangan Masjid

Reporter : Ibrahim
Ketua PW DMI Jatim, dok jatimupdate.id

Surabaya, JatimUPdate.id - Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur menggelar Masjid Award 2025 Provinsi Jawa Timur, di Islamic Center Surabaya, pada, Jum'at (5/12).

Ketua PW DMI Jatim, Sudjak, mengatakan Masjid Award merupakan penghargaan bagi masjid yang dinilai berprestasi.

Baca juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

"Jadi acara sekarang ini merupakan salah satu kegiatan atau program unggulan PW DMI Jawa Timur, yaitu namanya Masjid Award, penghargaan terhadap masjid-masjid yang terpilih menjadi masjid yang berprestasi." kata Sudjak.

Sudjak menyebut, dalam Masjid Award terdapat enam kategori, tingkat Kabupaten kategori Masjid Agung, kecamatan kategori Masjid Besar, dan kelurahan atau desa kategori Masjid Jamik.

Kemudian Masjid Perkampungan atau Perumahan, Masjid Perkantoran atau Rets Area, dan Musala.

"Dari enam kategori ini, lalu kemudian kita pilih juara satu, dua, tiga, harapan satu, harapan dua, dan harapan tiga. Sehingga nanti semuanya ada." tuturnya.

Ia menegaskan Masjid Award semata-mata tidak untuk menuntut kejuaraan, namun memotivasi, memberi pengalaman mengelola dan memaksimalkan fungsi masjid menuju paripurna. 

"Baik itu fungsi idarohnya, fungsi administrasi, kesekretariatan,  bagaimana mengelola keuangannya, administrasi perkantorannya, kemudian mengelola sekuritinya." jelasnya.

Berikutnya fungsi imaroh. Ia menuturkan fungsi imaroh untuk memakmurkan masjid, memposisikan masjid agar dicintai oleh masyarakat.

Pun ramah untuk semua usia, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, sampai lansia. Menurutnya, semua itu harus diberikan pelayanan secara baik.

Baca juga: Pilwali Surabaya 2024, FPM Imbau Pilih Walikota Peduli  Masjid

Kendati begitu, ia mengingatkan tantangan yang paling besar dapat merangkul anak-anak muda untuk mencintai masjid.

"Salah satu bukti, contoh masjid antara lain adalah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, ada mini soccernya, ada taman-taman yang indah. Sehingga anak-anak muda senang kepada masjid. Ada Majelis Subuh Gen Z." terangnya.

"Jadi anak-anak muda kita beri peran bagaimana anak-anak muda yang lainnya itu suka kepada masjid. Lalu kemudian didirikan namanya Remas dan Gen Z." tambah nya

Selain itu, dia juga mendorong masjid harus mempunyai fungsi tarbiyah, mendirikan pendidikan non-formal maupun pendidikan formal. 

Ia menyebut, hampir semua masjid sudah mendirikan pendidikan non-formal. 

Baca juga: Gelar Halal Bihalal, DMI Surabaya Tagih Komitmen Eri Cahyadi 

Sehingga DMI Jatim mendorong agar masjid juga mendirikan pendidikan formal, mulai KBRA atau TK. MI/SD, MTS/SMP, MA/SMA atau sederajat hingga perguruan tinggi.

"Kalau ingin mencontoh, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, ada mulai dari KBRA sampai perguruan tinggi. Ini tantangan terbesar karena tidak banyak masjid yang mempunyai pendidikan formal." tegasnya.

Ia menambahkan masjid juga harus fungsi riayah, memelihara dan mengembangkan masjid, dengan menjaga kesuciannya, kebersihannya, dan keindahannya.

Pun fungsi ijtimaiyah atau fungsi sosial bagaimana memakmurkan masjid, dan memakmurkan jamaah. 

"Sehingga jamaah itu saat salat di suatu masjid, itu merasa nyaman dan aman. Aman itu karena security-nya mampu memberikan pengamanan terhadap masjid. Alhamdulillah ini di beberapa masjid sudah ada. Alhamdulillah ini Masjid memberikan manfaat kepada jamaah dan masyarakat sekitarnya." demikian Sudjak. (RoY)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru