Tanamkan Nilai Pancasila, FPK Jatim Gelar Diklat Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan

Reporter : Ibrahim
Diklat Bela Negara FPK Jatim, dok jatimupdate.id

Malang, JatimUPdate.id – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur menggelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara, dan Wawasan Kebangsaan, di Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Lawang, Malang, 6–7 Desember 2025.

Ketua Panitia Diklat, O.D.J. Halley, menjelaskan Diklat untuk menumbuhkan semangat bela negara, menjaga keutuhan wilayah, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila.

Baca juga: Penguatan Pembauran Nasional: FPK Jatim Libatkan AMN, Gandeng OPD dan Mitra Usaha

“Peserta dibekali lima unsur dasar bela negara, yakni cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap ideologi Pancasila, kerelaan berkorban, serta kemampuan awal bela negara, baik secara fisik maupun non-fisik,” ujar Halley.

Ketua FPK Jawa Timur, Mohammad Ali Zaini, menegaskan bela negara bukan hanya berarti kesiapan militer, tetapi juga tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Bela negara adalah sikap, tekad, dan tindakan warga yang dijiwai kecintaan kepada tanah air untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Wujudnya bisa dalam bentuk sederhana, seperti taat aturan, menjaga budaya, hingga berkontribusi dalam pendidikan dan inovasi,” jelas Ali Zaini.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto, menyampaikan paparan penting mengenai kondisi terkini Jawa Timur. 

Salah satunya sebut dia terkait perhatian pemerintah pusat mengenai pencegahan radikalisme dan terorisme.

Baca juga: FKP dan Gebu Minang Jatim Gagas Festival Ramadan Nusantara 2025

“Jawa Timur termasuk dalam tiga provinsi yang mendapat perhatian khusus dari BNPT dan Densus 88, bersama Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Ada enam daerah yang menjadi fokus, yakni Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, Lamongan, Malang, dan Magetan. Kini penyebarannya juga mulai merambah ke Banyuwangi, Jember, dan Madura,” ujar Eddy.

Ia mengungkapkan hingga tahun ini terdapat 110 anak di Indonesia yang sudah terpapar paham radikal, di antaranya 10 anak berasal dari Jawa Timur. 

Menurutnya, Anak-anak tersebut umumnya masih duduk di bangku SMP dan menjadi korban paparan konten radikal di media sosial.

Baca juga: Ketua FPK Jatim Dorong Sinergi untuk Wujudkan Jawa Timur yang Harmonis dan Maju

“Kebanyakan orang tua tidak menyadari anaknya sudah terpapar. Anak-anak ini terpengaruh melalui media sosial, sementara orang tuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Karena itu, penting bagi kita semua untuk lebih mengawasi penggunaan media digital di kalangan remaja,” tegasnya.

Selain isu radikalisme, Eddy juga menyoroti meningkatnya kasus kriminalitas remaja, seperti judi online, tawuran, dan penyalahgunaan narkotika yang kini melibatkan banyak pelajar SMP dan SMA.

“Data kami menunjukkan, dari 900 pelaku yang diamankan pada akhir Agustus lalu, hampir separuhnya adalah pelajar SMP dan SMA. Ini menunjukkan pentingnya peran bersama untuk membentengi generasi muda,” tambahnya.

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru