Prof Zainuddin : Desa Adalah Kunci Keberhasilan Program Ketahanan Pangan dan Swasembada Nasional

Reporter : Wahyu Bahrudin
Penasehat Kementrian Desa PDT yang juga Sekretaris Strategic Policy Unit, Prof. Dr. Zainuddin Maliki saat memberikan materi dalam FGD Ketahanan Pangan Desa di Desa Rayung, Kec. Senori, Kab. Tuban pada Senin (15/12/2025)

Senori, Tuban, JatimUPdate.id - Kementrian Desa Pembangunan Desa Tertinggal semakin serius dalam rangka mendorong penguatan program Ketahanan Pangan Desa, khususnya dengan menggelar Diskusi Terbatas serta melakukan kunjungan lapangan di tiga desa di Kabupaten Tuban pada Senin-Selasa (15-16/12/2025).

Caption : Prof Zainuddin Maliki membersamai FGD hari kedua di Desa Bulu Meduro, Kecamatan Bancar Tuban, Selasa (16/12/2025)

Baca juga: Mengintip Ketahanan Pangan Desa Wringin Anom Tematik Budidaya Ikan Lele.

Tim Kemendesa PDT ini dipimpin langsung oleh Penasehat Menteri Desa PDT Bidang Evaluasi dan Monitoring Program, Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M. Si berserta tim berjumlah tujuh orang melakukan dan menggelar Focus Grup Disscussion (FGD) di Desa Rayung Kecamatan Senori dan Desa Bulu Meduro Kecamatan Bancar.

Sedangkan untuk kunjungan lapangan dilakukan di tiga desa yaitu dua desa lokasi FGD dan Desa Banyuurip Kecamatan Senori.

Caption: Prof Zainuddin Maliki lakukan kunjungan lapang di Peternakan Ayam Pedaging yang dikelola BUMDesa Desa Banyu Urip, Kec. Sinori, Kab. Tuban, Senin Sore (15/12/2025)

Secara khusus kegiatan FGD dan kunjungan lapangan terkait kegiatan ketahanan pangan desa di Kabupaten Tuban ini juga terkait penguatan program lanjutan TEKAD atau Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu yang merupakan kerjasama Kemendesa PDT dengan IFAD yang mencakup 1.200 desa di wilayah Indonesia Timur meliputi semua provinsi di Papua, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur.

Seperti diketahui dari data yang dihimpun Redaksi JatimUPdate.id menunjukkan bahwa Program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu) adalah program Kemendesa PDTT hasil kerja sama dengan IFAD (International Fund for Agricultural Development) untuk memperkuat ekonomi desa di Indonesia Timur melalui pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, menciptakan pendapatan baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan dengan fokus pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, serta melibatkan fasilitator di berbagai tingkatan.

Sementara itu, Prof. Dr. Zainuddin Maliki juga bertindak sebagai Tim Leader Program TEKAD dengan lebih spesifiknya menjabat sebagai Sekretaris Strategic Policy Unit (SPU) Program TEKAD.

Dalam kunjungan kerja selama dua hari Senin-Selasa (15-16/12/2025), proses FGD hari pertama dilaksanakan di Desa Rayung Kecamatan Senori dengan 120 peserta. Dilanjutkan kunjungan lapangan ke lokasi program Ketahanan Pangan Desa Rayung yang berbasis pertanian.

Selanjutnya masih di hari pertama, tim TEKAD Kemendesa PDT melanjutkan kunjungan lapang ke Desa Banyu Urip Kecamatan Sinori untuk melihat budidaya Ayam Petelor maupun Ayam Pedaging.

Hari kedua, FGD dilakukan di Desa Bulu Meduro, Kecamatan Bancar dan melakukan kunjungan lapangan atas potensi perikanan laut.

Hari Pertama

Secara khusus, tim Redaksi JatimUPdate.id bisa mengikuti rombongan Tim TEKAD selama dua hari.

Koordinator TAPM Tuban, Harun Prasetyo membuka FGD dengan menyebutkan jumlah peserta yang ditaksir mencapai 120 orang.

"Awalnya peserta 50 orang, namun dari data dan animo warga serta undangan akhirnya dipastikan lebih 100 orang peserta, bahkan mungkin bisa mencapai 120 orang dari berbagai unsur stakeholder desa, tokoh masyarakat, BUMDesa, pemuda, BPD dan lainnya," kata Harun dalam prolog pembuka FGD, Senin (14/12/2025).

Secara khusus Harun merinci undangan dan peserta FGD Ketahanan Pangan Desa Bersama Tim Strategic Policy Unit Kemendesa ini terdiri forkopimcap, 12 kades dan Kades Senori, 12 direktur BUMDesa, 12 perwakilan gapoktan se Kecamatan Senori, 10 orang perwakilan dari ponpes, 20 orang tokoh pemuda, 20 orang TPP 20 dan 6 orang TAPM.
Selain itu juga terundang perangkat desa, BPD 12 Desa serta perwakilan DPMD Kabupaten Tuban.

Lebih jauh Harun menjelaskan bahwa 311 desa di Kabupaten Tuban semua BUMDesanya telah sukses berbadan hukum.

"Semua sudah mengalokasikan 20% dana desanya untuk ketahanan pangan di dalam APBDesa 2025 meski kemudian ada perubahan regulasi utk peruntukannya," tegasnya.

Secara khusus Harun menyampakan bahwa FGD ini diharapkan bahwa Tuban bisa menyumbangkan pokok-pokok pikiran untuk pengembangan dan penguatan program ketahanan pangan di desa yang akan dilakukan pada 2026 sepenuhnya oleh BUMDesa

Kades Rayung, Sutomo menyatakan bahwa Kades se Kecamatan Sinori Mendukung penuh program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)

"12 Desa di Kecamatan Senori, semuanya menyatakan sejak awal mendukung program KDMP. Perlu inovasi dalam pengembangan usaha bisnis," tegas Sutomo yang berhasil membawa Desa Rayung menjadi Desa Percontohan Pencegahan Korupsi versi KPK itu.

Secara khusus Kades Rayung menyampaikan keluhan tentang pembangunan gerai KDMP.

Baca juga: Musrenbangdes Patemon Bondowoso 2027 Fokuskan Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan

"Untuk gerai KDMP mesti diurug, karena rata-rata tanah sawah yang mesti diurug. Nah biaya urug nya ini yang belum diketahui, semoga ada jalan keluar," kata Kades.

Penasehat Menteri Desa PDT, yang juga Sekretaris SPU, Prof Dr. Zainuddin Maliki M. Si memberikan apresiasi kondisi persawahan yang luar biasa di Desa Rayung, bahkan sebelum acara karena datang terlalu pagi, pihaknya sempat secara spontan melakukan kunjungan lapangan mandiri dan menyempatkan berdialog dengan sejumlah warga yang tengah beraktivitas bercocok tanam.

"Desa Rayung ini luar biasa potensi pertanian dan mungkin juga perkebunannya. Dari data Mbah Google potensinya adalah padi, jagung, kedelai juga tanaman perkebunan tembakau. Semua ini mesti dirawat dengan baik sehingga produktivitasnya semakin membaik," kata Zainuddin dalam FGD hari pertama itu.

Zainuddin menjelaskan bahwa sejak beberapa tahun lalu pemerintah getol mengalokasikan Dana Desa 20 persen untuk ketahanan pangan desa.

"Di era Presiden Prabowo Subianto, desa menjadi prioritas. Desa menjadi kunci dalam proses mencapai swasembada pangan nasional. Untuk itu ada alokasi 20 persen DD guna Ketahanan Pangan Desa yang dikendalikan oleh BUMDesa," kata Zainuddin.

Zainuddin mengingatkan bahwa program ketahanan pangan desa mesti berbasis perencanaan guna dilakukan secara konsisten dalam rentang waktu beberapa tahun.

"Perencanaan Ketahanan Pangan Desa menuju swasembada pangan menjadi urgen. Jangan lagi Program Ketapang Desa ini berujung pada infrastruktur yang tidak menunjang produksi pangan, alias hanya mengejar Cash Back saja. Mesti berkelanjutan dalam budidaya sektor pangan," ungkapnya.

Zainuddin menegaskan bahwa Desa adalah kunji keberhasilan program Ketahanan Pangan Nasional.

"Desa adalah kunci peradaban modern Indonesia Emas 2045, Membangun Desa, Membangun Indonesia," tegas Zainuddin.

Selanjutnya pasca FGD dan kunjungan lapangan Tim Kemendesa melakukan kunjungan lapangan ke Desa Banyu Urip sekaligus melihat dan berdialog tentang upaya budidaya ayam petelor dan ayam pedaging

Hari Kedua

Baca juga: Wabup Sidoarjo Bersama Gubernur Jatim dan Forkopimda Panen Raya Jagung Kuartal I 2026 di Desa Kedensari

FGD hari kedua digelar di Desa Bulu Meduro Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban.

Korkab TAPM Tuban, Harun Prasetyo membuka FGD dengan menyampaikan potensi desa ini yang lebih fokus untuk usaha sektor perikanan laut atau perikanan tangkap karena berada di pesisir pantau utara laut Jawa.

"Kalau hari pertama konsen di sektor pertanian, maka di hari kedua Desa nya berada di pesisir pantau utara dengan komoditas hasil tangkapan perikanan laut. Tampak juga proyek dari Kementrian Kelautan dan Perikanan yang tengah dikebut pengerjaannya," kata Harun pada FGD hari kedua, Selasa (16/12/2025).

Prof Zainuddin Maliki menjelaskan kunjungan tim dalam rangka untuk mencari best practise dan digunakan untuk penguatan program TEKAD yang sasarannya ada 1.200 desa di wilayah timur Indonesia.

"FGD selama dua hari ini nantinya akan dijadikan bahan untuk diseminarkan di Kemendesa sehingga harapannya Program TEKAD bisa semakin berdampak dengan masukan-masukan selama kunjungan di sejumlah desa di Tuban," ungkapnya.

Dalam FGD hari kedua di Desa Bulu Meduro ini ada sejumlah pertanyaan dan tanggapan tentang sejumlah problem desa. Beberapa pertanyaan itu terdiri dari :

1. Armand Mitra,  Camat Bancar menyampaikan problem terkait Terbitnya PMK 81 Tahun 2025
2. Sarmin, Kades Bulujowo menyampaikan masalah pemasaran produk UMKM
3. Aliya Rozana Kades Bulumeduro menyampaikan masalah Pengalihan dana ketapang yang sebelumnya akan dipergunakan untuk usaha pengolahan hasil laut
4. Tulus Mardyana Direktur Bumdes Intimina Bulumeduro menyampaikan masalah permodalan dan profil bumdes
5. Ari Sadat Direktur Bumdes Margosuko keluhan permodalan dan minimnya SDM
6. Arif nugroho Kades Sukolilo Mengharap dapat program inovasi Desa untuk memaksimalkan potensi Desa.

Pertanyaan-pertanyaan itu secara lugas telah ditanggapi langsung oleh Prof. Zainuddin Maliki dan para pihak itu merasa mengerti dan memahami.

Secara khusus Sekdes Desa Bulu Meduro menegaskan pihaknya berharap produk hasil tangkapan laut ini bisa dijajakan lebih luas lagi sehingga bisa tidak hanya untuk konsumsi di wilayah Tuban saja.

"Butuh marketing yang bisa menembus kondisi saat ini, tadi ada ide untuk melakukan kerjasama BUMDesa dengan BUMD Provinsi Jatim yaitu PT Puspa Agro, semoga bisa terwujud," kata Sekdes Desa Bulu Meduro. (wb/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru