Baca juga: TMMD Ke-127 Resmi Dibuka di Desa Gadungan Puncu, Sasar Infrastruktur dan Peningkatan SDM
Kediri, JatimUPdate.id — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, KH. An’im Falachuddin Mahrus, M.Pd., menegaskan lembaga pendidikan Islam, khususnya madrasah, harus terus berbenah dan beradaptasi agar mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Optimalisasi kelembagaan dan kesiswaan dinilai menjadi kunci agar madrasah tidak hanya bertahan, tetapi juga unggul secara kualitas di tingkat nasional maupun internasional.
Hal tersebut disampaikan Gus An’im dalam acara “Ngopi” (Ngobrol Pendidikan Islam) bertema Optimalisasi Potensi Kelembagaan dan Kesiswaan Dalam Menghadapi Tantangan Zaman yang digelar di Hotel Bukit Daun, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/12/2025).
Kegiatan itu diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas tokoh pendidikan, pengelola madrasah, dan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Gus An’im menyebut madrasah di bawah naungan Kementerian Agama telah membuktikan prestasi yang membanggakan.
Sejumlah madrasah, seperti MAN Insan Cendekia, kerap menorehkan prestasi di berbagai kompetisi nasional maupun internasional, sementara banyak alumni madrasah diterima di perguruan tinggi ternama.
“Ini bukti bahwa siswa madrasah didik dengan baik dan siap bersaing,” ujar Gus An’im.
Untuk menjaga dan meningkatkan capaian tersebut, Gus An’im memaparkan tiga langkah strategis dalam mengoptimalkan kelembagaan madrasah dan kesiswaan.
Baca juga: KKN UNP Kediri Sulap Semak Belukar Jadi Kampung Hijau Berbasis Zero Waste di Kelurahan Dermo
Pertama, penguatan manajerial berbasis keilmuan. Menurutnya, keberlangsungan lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh kepemimpinan yang berilmu agar setiap kebijakan yang diambil bersifat bijaksana dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Kedua, kaderisasi sumber daya manusia yang tepat. Ia menilai madrasah harus menyiapkan SDM yang adaptif terhadap perkembangan zaman agar lembaga memiliki tenaga pendidik dan pengelola yang andal.
Ketiga, penguatan spesialisasi profesional. Gus An’im menegaskan bahwa di era modern, keahlian yang bersifat spesifik memiliki nilai lebih. Madrasah didorong untuk mengarahkan siswa memiliki kompetensi khusus sesuai minat dan bakat mereka.
Selain aspek kelembagaan, Gus An’im juga menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara guru dan wali murid. Ia mengimbau orang tua agar memberikan kepercayaan kepada guru dalam mendidik anak-anak mereka dan tidak mudah membawa persoalan pendidikan ke ranah hukum.
Baca juga: Kabar Duka, Ayah Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan Meninggal Dunia
“Lihatlah jasa guru dalam mendidik anak kita, bukan hanya sisi kekurangannya,” kata Gus An’im.
Gus An’im juga menyampaikan harapan kepada Kementerian Agama agar terus mengelola pendidikan dan kehidupan keagamaan secara profesional, termasuk memberikan perhatian kepada pesantren yang membutuhkan.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi dan media sosial harus disertai pembatasan terhadap dampak negatif seperti judi daring, penipuan, dan pergaulan bebas, sembari tetap mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi peserta didik.
"IT yang sifatnya untuk kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan harus kita ajarkan. Namun, medsos yang arahnya negatif seperti judi online harus betul-betul kita batasi karena sangat merugikan rakyat. Kita ingin madrasah tetap eksis dengan manajerial yang profesional," pungkasnya. (mam/yh)
Editor : Miftahul Rachman