Menakar Peluang Empat Kandidat Ketua PKB Sidoarjo 

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Berita acara penetapan 4 orang kandidat Ketua DPC PKB Sidoarjo.
Berita acara penetapan 4 orang kandidat Ketua DPC PKB Sidoarjo.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Musyawarah Cabang (Muscab) VI DPC PKB Sidoarjo resmi menetapkan empat kandidat ketua untuk periode 2026–2031. Forum yang digelar di Fave Hotel, Sabtu (4/4/2026), itu menjadi titik awal pertarungan politik internal partai menjelang konsolidasi besar menuju Pemilu 2029.

Empat nama yang diusulkan sebagai kandidat ketua yakni Abdillah Nasih, Rizza Ali Faizin, Usman, dan Ibbnu Azzar Firdaous. Keempatnya dinilai memiliki latar belakang dan kekuatan masing-masing dalam tubuh partai.

Hasil Muscab ini tidak sekadar pergantian kepengurusan, melainkan akan berdampak langsung pada arah politik PKB Sidoarjo dalam lima tahun ke depan. Terlebih, PKB selama ini menjadi salah satu kekuatan dominan di tingkat lokal.

Secara organisatoris, Muscab berfungsi memilih kepengurusan baru, memperkuat struktur partai, serta menyusun strategi politik. Namun dalam konteks lokal, forum ini menjadi pintu awal konsolidasi kekuatan menuju kontestasi politik 2029.

Meski demikian, penetapan kandidat di tingkat cabang belum menjadi keputusan final. Keempat nama tersebut masih harus melalui tes akademik, tes psikologi dan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) di DPP PKB, yang memiliki kewenangan menentukan ketua terpilih.

Direktur Akurat Research and Consulting Indonesia (ARC Indonesia), Baihaki Siraj, menilai seluruh kandidat memiliki peluang yang sama. Namun, ia menyebut ada dua nama yang memiliki kans lebih kuat.

“Semua punya peluang, tapi yang cukup menonjol adalah Rizza Ali Faizin dan Usman,” ujar Baihaki, Selasa (7/4/2026).

Rizza Ali Faizin dinilai memiliki pengaruh besar di kalangan kader, terutama karena pengalamannya sebagai Satkorwil Banser Jawa Timur serta pernah memimpin GP Ansor Sidoarjo. Jejak tersebut menjadi modal kuat dalam kontestasi internal partai.

Sementara itu, Usman dikenal sebagai kader yang tumbuh dari bawah dengan pengalaman politik yang matang. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sidoarjo dan dinilai memiliki kedekatan komunikasi dengan DPP PKB.

“Pak Usman punya pengalaman dan jaringan. Tinggal bagaimana komunikasi personal dengan DPP,” tambah Baihaki.

Adapun Abdillah Nasih disebut sebagai figur organisatoris yang kuat, khususnya dalam hal administrasi dan tata kelola partai. Selama ini, ia dikenal sebagai sosok yang konsisten mengawal struktur internal PKB.

Di sisi lain, peluang Ibbnu Azzar Firdaous dinilai relatif lebih kecil dibanding kandidat lain. Faktor pengalaman dan rekam jejak politik menjadi tantangan tersendiri, meski ia disebut memiliki kedekatan dengan struktur di tingkat wilayah.

"Oleh karena itu, keputusan akhir tetap berada di tangan DPP PKB," ucapnya. 

Lebih jauh Baihaki, menyampaikan dalam penentuan ketua terpilih, DPP PKB dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kapasitas kepemimpinan, rekam jejak, hingga kemampuan membangun sinergi politik.

Di Sidoarjo, tantangan tersebut semakin krusial. Sebab, basis utama PKB merupakan warga Nahdlatul Ulama (NU), sehingga ketua terpilih dituntut mampu menjaga harmonisasi dengan kalangan Nahdliyin.

"Siapa pun yang terpilih nantinya, diharapkan mampu mengonsolidasikan kekuatan partai serta menjaga soliditas dengan basis massa, demi mempertahankan dominasi PKB di Sidoarjo pada pemilu mendatang," ujar Baihaki mengakhiri.(ih/mmt)