Kiai Asep Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Tanggung Konsumsi hingga Sembelih Puluhan Sapi

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, nyatakan siap jadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung awal Agustus 2026.
Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, nyatakan siap jadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung awal Agustus 2026.

 

Mojokerto, JatimUPdate.id - Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026.

Kesiapan tersebut telah disampaikan secara resmi kepada panitia Muktamar ke-35 NU melalui surat bernomor 029/PPAU/V/1/2026 tertanggal 21 Mei 2026.

Tidak hanya menyediakan lokasi, Kiai Asep juga mengaku siap menanggung seluruh kebutuhan konsumsi para alim ulama dan peserta muktamar atau muktamirin.

“Saya siap menanggung semua konsumsi para kiai dan muktamirin. Saya akan sembelihkan puluhan sapi,” ujar Kiai Asep saat dihubungi dari Makkatul Mukarramah, Jumat (22/5/2026) dikutip Redaksi JatimUPdate.id dari laman Bangsaonline.com pada Sabtu siang (23/05/2026)

Saat ini, Kiai Asep diketahui tengah berada di Tanah Suci sebagai Amirulhaj bersama Menteri Haji dan Umrah Muchammad Irfan Yusuf, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri Agama Romo Syafii, serta sejumlah pejabat lainnya.

Kiai Asep mengatakan, kompleks Pesantren Amanatul Ummah dan kampus Universitas KH Abdul Chalim dinilai sangat representatif untuk menjadi lokasi Muktamar NU.

Menurut dia, fasilitas yang tersedia cukup lengkap, mulai dari Student Centre berkapasitas sekitar 4.000 orang, Gedung Istana VIP, hingga berbagai asrama dan gedung perkuliahan.

“Ya, intinya kami menyatakan bersedia dan siap untuk menyukseskan terselenggaranya Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Amanatul Ummah,” katanya.

Gedung Istana VIP yang berada di kawasan pesantren disebut memiliki fasilitas khusus untuk para kiai dan pejabat tinggi negara. Bangunan dua lantai itu mengusung perpaduan arsitektur klasik dan modern, lengkap dengan kolam renang serta area terbuka dengan panorama pegunungan Penanggungan dan Welirang.

Selain itu, terdapat dua masjid besar di kawasan pesantren dan kampus UAC, guest house dua lantai, apartemen, hingga sejumlah asrama mahasiswa dan santri yang mampu menampung ribuan orang.

Kiai Asep juga mengungkapkan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan pembangunan dua asrama putri baru di lingkungan kampus UAC. Salah satunya diperuntukkan bagi mahasiswa asing.

“Bulan Juni sudah selesai,” ujarnya.

Tak hanya itu, pembangunan auditorium juga tengah dikebut meski diperkirakan belum rampung sepenuhnya saat muktamar berlangsung.

Kiai Asep menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Muktamar ke-35 NU secara bersih dan penuh keberkahan.

“Pokoknya kita siap ditempati dan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Tapi jangan ada risywah. Kalau ada risywah saya takut pondok saya tidak barakah,” tuturnya.

Sosok Kiai Asep sendiri dikenal luas sebagai ulama dermawan. Setiap bulan Ramadan, ia disebut rutin menyalurkan sedekah dan zakat dengan nilai mencapai Rp6 miliar hingga Rp8 miliar.(ih/yh)