Tumbuhkan Ekonomi Lokal, Mahasiswa Unitri Rancang Ruang Publik Integratif

Reporter : Deki Umamun Rois
Mahasiswa Program Studi Arsitektur Lanskap Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang kembali menunjukkan kontribusi nyata melalui program Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) periode IV tahun 2026. (Foto Humas Unitri for JatimUPdate.id)

 

Gempol, Pasuruan, JatimUPdate.id - Mahasiswa Program Studi Arsitektur Lanskap Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang kembali menunjukkan kontribusi nyata melalui program Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) periode IV tahun 2026.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Mahasiswa UNITRI Berdayakan Desa Jombok

Bertajuk “Perancangan Ruang Publik Integratif sebagai Penguat Ekonomi Lokal Desa Kajapanan”, kegiatan ini berlangsung di Kampung Pia, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Program ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang tidak hanya menjadi tempat interaksi sosial, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Dengan menggabungkan fungsi sosial, ekonomi, dan budaya, ruang publik yang dirancang diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

“Konsep ini tidak hanya sekadar ruang terbuka, tetapi juga pusat kegiatan yang dapat mendukung promosi produk lokal, aktivitas sosial, hingga pengembangan ekonomi kreatif masyarakat di Desa Kejapanan,” jelas Rizki Alfian, S.SArl., M.SI, Dosen Pendamping sekaligus mentor dari tim PMT, Kamis (5/1/2026).

Pendekatan Participatory Design menjadi metode utama dalam perancangan ini. Tahapan melibatkan observasi lapangan, diskusi dengan aparatur desa, dan penggalian potensi lokal bersama masyarakat.

Potensi lokal yang menjadi fokus meliputi Aktivitas UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), Produk ekonomi kreatif khas masyarakat, Kebutuhan ruang bersama yang nyaman, terjangkau, dan representatif.

Proses ini juga dilengkapi dengan diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD), yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk menggali lebih dalam wawasan dan kebutuhan mereka. FGD menciptakan ruang kolaborasi untuk menyepakati ide dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Kepala Desa Kejapanan, Pak Randi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UNITRI ini.

“Kami berharap hasil desain ruang publik ini dapat segera diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Kejapanan,” ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa UNITRI Dorong Digitalisasi UMKM Talas Alam

Pak Randi juga menegaskan bahwa ruang publik yang dirancang dengan konsep integratif memiliki peran penting dalam meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat desa. Dukungan ini senada dengan komitmen UNITRI untuk terus bersinergi dalam penataan lanskap desa.

Konsep ruang publik integratif ini tidak hanya dirancang untuk estetika, tetapi juga untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.

Rizki Alfian menambahkan, “Program Studi Arsitektur Lanskap UNITRI berkomitmen untuk terus mewujudkan lanskap Desa Kejapanan yang ekologis, fungsional, dan estetis.”

Dengan adanya ruang publik yang terintegrasi, Desa Kejapanan diharapkan mampu menjadi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi warganya.

Program PMT yang dilaksanakan mahasiswa UNITRI merupakan langkah awal menuju pembangunan desa yang lebih maju.

Baca juga: Mahasiswa Unitri Edukasi Siswa SDN 1 Banturejo Hidup Sehat dan Anti-Bullying

Dukungan dari masyarakat dan pemerintah desa menjadi kunci keberhasilan implementasi desain ruang publik ini.

Dengan perancangan yang matang, Kampung Pia berpotensi menjadi percontohan desa yang memadukan fungsi sosial, ekonomi, dan lingkungan secara harmonis.

Masyarakat Desa Kejapanan kini optimistis bahwa ruang publik baru ini akan membuka peluang besar, baik dalam meningkatkan interaksi sosial maupun mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi desa.

Tokoh masyarakat Gempol, Yunam menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh perguruan tinggi dalam kontek melakukan pengabdian masyarakat khususnya menerapkan ilmu di bangku kampus di tengah masyarakat, agar dunia kampus bisa hadir secara nyata di tengah-tengah masyarakat.

"Unitri sudah berbuat besar untuk warga Desa Kejapanan Kec. Gempol ini. Kegiatan ini mesti dirancang lebih sistemik agar berdampak besar di masyarakat," kata Yunam yang alumni Universitas Jember itu. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru