Jakarta, JatimUPdate.id - Ketua Umum Forum Staff Anggota (FOSTA) Fraksi Partai Golkar DPR RI, Nur Satrio Wibowo, menilai respons santai Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia terhadap viralnya lagu "Mas Bahlil Ganteng" (MBG) mencerminkan karakter pemimpin yang terbuka, humanis, dan dekat dengan masyarakat.
Menurut Satrio, sikap Bahlil yang menerima fenomena tersebut dengan penuh keterbukaan menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak harus selalu merespons perhatian publik secara kaku, melainkan dapat menghargai kreativitas masyarakat sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
“Di era digital, kedekatan pemimpin dengan masyarakat tidak hanya dibangun melalui program kerja, tetapi juga melalui komunikasi yang hangat dan membumi. Pak Bahlil menunjukkan hal tersebut,” ujar Satrio dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).
Fenomena lagu MBG yang viral di berbagai platform media sosial, lanjutnya, menjadi contoh bagaimana masyarakat mengekspresikan pandangan dan apresiasi kepada figur publik melalui cara-cara kreatif yang mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Satrio menilai respons positif Bahlil terhadap lagu tersebut semakin memperkuat citra kepemimpinan yang tidak berjarak dengan rakyat.
Kreativitas Publik Perlu Dihargai
Ia mengatakan fenomena MBG seharusnya dilihat sebagai bentuk kreativitas masyarakat yang tumbuh secara organik di ruang digital. Menurutnya, karya-karya seperti itu menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, ingin terlibat dalam percakapan publik dengan cara yang lebih segar dan relevan.
“Fenomena ini harus dilihat sebagai ekspresi positif masyarakat. Di tengah padatnya aktivitas dan tantangan bangsa, muncul kreativitas anak muda yang mengemas apresiasi kepada seorang pemimpin melalui media yang ringan, menghibur, dan mudah diterima publik,” katanya.
Satrio menambahkan, selama memimpin Partai Golkar dan menjabat Menteri ESDM, Bahlil dikenal sebagai sosok yang memiliki gaya komunikasi langsung dan dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.
Karakter tersebut, menurutnya, membuat banyak anak muda merasa memiliki kedekatan emosional dengan Bahlil, sehingga berbagai bentuk apresiasi muncul secara alami di media sosial.
Sebagai organisasi yang menaungi staf anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, FOSTA memandang fenomena viral MBG sebagai gambaran bahwa politik dapat hadir dengan wajah yang lebih ramah dan membumi tanpa kehilangan substansi kerja nyata.
“Kami melihat fenomena ini sebagai bukti bahwa kepemimpinan yang bekerja untuk rakyat akan selalu mendapatkan dukungan dan apresiasi. Yang terpenting adalah manfaat dan pengabdian yang terus dirasakan masyarakat,” pungkas Satrio (*)
Editor : Redaksi