Jakarta, JatimUPdate.id - Direktur Eksekutif Sarinah Institute, Eva K. Sundari, menilai pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional harus diikuti dengan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, berbagai dugaan kejanggalan yang selama ini beredar di ruang publik tidak boleh berhenti pada pergantian pejabat semata.
Eva mengatakan, sejak program MBG berjalan, sejumlah laporan mengenai persoalan tata kelola, pengadaan, hingga distribusi manfaat telah menjadi perhatian publik. Karena itu, pemerintah perlu memastikan seluruh proses pelaksanaan program diperiksa secara transparan dan akuntabel.
Baca juga: Pergantian Kepala BGN Jadi Momentum Benahi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
“Sebenarnya banyak kejanggalan yang selama ini sudah disorot publik. Karena itu, persoalannya tidak cukup diselesaikan dengan mengganti pimpinan, tetapi harus ada evaluasi yang lebih mendalam terhadap sistem yang berjalan,” kata Eva di Jakarta, Selasa (3/6/2026).
Menurutnya, program dengan anggaran besar dan cakupan nasional seperti MBG membutuhkan pengawasan yang ketat agar tidak menimbulkan potensi penyimpangan. Ia menilai audit menyeluruh penting dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran benar-benar sesuai dengan tujuan program.
Eva juga menyoroti perlunya transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program prioritas pemerintah.
Baca juga: Kejagung Jemput Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Usai Dicopot Prabowo
Selain aspek keuangan, ia meminta pemerintah mengevaluasi efektivitas distribusi manfaat program kepada masyarakat. Menurutnya, ukuran keberhasilan MBG tidak hanya dilihat dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi juga dari dampak nyata yang diterima masyarakat.
“Yang harus dipastikan adalah apakah program ini benar-benar mencapai tujuan yang ditetapkan sejak awal. Jangan sampai laporan administratif terlihat baik, tetapi manfaatnya tidak optimal di lapangan,” ujarnya.
Eva menambahkan, momentum pergantian kepala BGN dapat menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. Ia berharap evaluasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada individu, melainkan juga mencakup mekanisme kerja, sistem pengawasan, dan tata kelola kelembagaan.
Baca juga: Kejagung Geledah Kantor BGN Sejak Dini Hari, Pegawai Tertahan di Luar Gedung
Menurutnya, reformasi tata kelola menjadi kunci agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kalau pemerintah ingin program ini berhasil dalam jangka panjang, maka audit dan pembenahan sistem harus menjadi prioritas utama setelah pergantian pimpinan,” tegas Eva.
Editor : Redaksi