Bondowoso, JatimUPdate.id, – Lantunan ayat suci Al-Qur'an dan salawat mengawali Pengajian Mahabudiman VII di Pendopo Raden Bagus Assra, Sabtu (11/7/2026).
Baca juga: Pemkab Bondowoso Gandeng Perhutani Kembangkan Wisata dan Agroforestri
Di tengah suasana khidmat itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memerlukan ketahanan spiritual serta keluarga yang kuat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Pengajian Mahabudiman VII yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bondowoso dan Majelis Taklim Ain Bahril Wahdah. Mengusung tema "Berhijrah dari Manusia Biasa Menjadi Insan Kamil yang Diridhai", kegiatan rutin yang digelar setiap dua bulan itu menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Ta'limiyah Pamekasan, KH Musleh Adnan, sebagai penceramah.
Turut hadir Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i, Ketua TP PKK Bondowoso Khodijatul Qodriyah, Wakil Ketua TP PKK, jajaran Forkopimda, staf ahli bupati, para asisten Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, kepala bagian Setda, camat se-Kabupaten Bondowoso, para alim ulama, serta ratusan jamaah.
Ketahanan Spiritual Jadi Modal Pembangunan
Dalam sambutannya, Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Bondowoso yang secara konsisten menyelenggarakan Pengajian Mahabudiman sebagai ruang pembinaan keagamaan sekaligus penguatan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan menjadi fondasi utama untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
"Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengucapkan terima kasih kepada Tim Penggerak PKK yang terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menebarkan kemaslahatan melalui kegiatan keagamaan dan aksi sosial. Ketahanan spiritual yang kuat akan menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang selaras, efektif, dan tepat sasaran," ujar Bupati Hamid.
Ia menambahkan, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang membentuk karakter anak sejak dini.
Karena itu, pemberdayaan perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang berakhlak, unggul, dan berdaya saing.
Baca juga: Dispendik Bondowoso Pastikan Siswa Lolos OSN Kabupaten Tetap Melaju ke Tingkat Provinsi
Hijrah Dimulai dari Perbaikan Diri
Sementara itu, dalam tausiyahnya KH Musleh Adnan mengajak seluruh jamaah memaknai hijrah sebagai proses memperbaiki diri secara berkelanjutan, meninggalkan kebiasaan yang kurang baik, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurutnya, keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun generasi yang berkarakter. Peran ayah dan ibu harus saling melengkapi agar anak tumbuh dengan pendidikan agama yang kuat.
KH Musleh juga mengingatkan bahwa seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, perempuan didorong untuk terus memperdalam ilmu agama melalui berbagai majelis ilmu agar mampu menjalankan peran sebagai pendidik utama dalam keluarga.
"Apabila seorang ibu terus belajar dan memperdalam ilmu agama, maka ia akan menjadi pilar yang melahirkan generasi berkarakter dan berakhlak mulia," tuturnya.
Baca juga: Tiga Bupati di Tapal Kuda Jatim Kompak Desak Pemerintah Percepat Operasional Tol Prosiwangi
Penguatan Karakter Keluarga
Ketua TP PKK Kabupaten Bondowoso, Khodijatul Qodriyah, menjelaskan bahwa Pengajian Mahabudiman merupakan program pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap dua bulan sebagai bagian dari komitmen TP PKK mendukung prioritas pembangunan daerah.
Program tersebut tidak hanya menjadi wadah memperkuat literasi keagamaan masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk memperkokoh karakter keluarga, memberdayakan perempuan, serta memberikan edukasi mengenai pencegahan pernikahan usia dini.
Ia berharap Pengajian Mahabudiman terus menjadi ruang pembelajaran yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan Bondowoso.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso, TP PKK, dan Majelis Taklim Ain Bahril Wahdah, Pengajian Mahabudiman diharapkan terus menjadi ruang pembinaan yang mampu menumbuhkan semangat hijrah, memperkuat ketahanan spiritual masyarakat, serta membangun keluarga yang tangguh sebagai pondasi menuju Bondowoso yang religius, harmonis, maju, dan berdaya saing. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat