Bondowoso, JatimUPdate.id, – Tidak sedikit pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mampu menjual produknya dengan baik, tetapi belum mengetahui secara pasti berapa keuntungan yang diperoleh setiap bulan.
Baca juga: HIPKA Jatim Dorong UMKM Bondowoso Naik Kelas Lewat Pendampingan Berkelanjutan
Penyebabnya sederhana, yakni belum terbiasanya melakukan pencatatan keuangan secara tertib.
Menjawab persoalan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan DPRD Provinsi Jawa Timur menggelar Coaching Clinic Penyusunan Pembukuan Sederhana yang diikuti 50 pelaku UMKM Kabupaten Bondowoso di Orilla Cafe & Resto, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan pelatihan administrasi keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun fondasi usaha yang lebih profesional agar pelaku UMKM mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pembiayaan, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Ketua Panitia, Yudha, mengatakan coaching clinic merupakan bentuk sinergi antara Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dengan DPRD Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui peningkatan literasi keuangan.
Menurutnya, konsep coaching clinic dirancang agar peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pendampingan praktik penyusunan pembukuan sederhana yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
"Harapannya kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Kami ingin ada progres setelah peserta kembali menjalankan usahanya. Mereka memiliki bekal untuk mengelola keuangan secara lebih tertib sehingga mampu melihat perkembangan usahanya dengan lebih jelas," ujar Yudha.
Ia mengungkapkan, persoalan yang masih banyak dijumpai di kalangan pelaku UMKM adalah belum dipisahkannya keuangan pribadi dengan keuangan usaha.
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui laba yang sebenarnya, bahkan tidak memiliki dasar yang kuat ketika ingin mengembangkan usaha atau mengajukan pembiayaan.
Baca juga: Festival Kopi dan Ekraf Hidupkan Kota Lama Surabaya, UMKM Sebut Promosi Lebih Penting dari Omzet
"Masih banyak pelaku UMKM yang mencampur uang pribadi dengan uang usaha. Akibatnya, ketika usahanya berkembang, mereka kerap tidak menyadari ke mana keuntungan usaha digunakan karena telah bercampur dengan kebutuhan pribadi. Dengan pembukuan sederhana, kondisi usaha bisa terlihat lebih jelas sehingga pelaku usaha dapat mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan," jelasnya kepada JatimUpdate.id.
Dalam coaching clinic tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, dr. Agung Mulyono, menyampaikan materi mengenai sinergi pemerintah daerah dan DPRD dalam pengembangan UMKM.
Menurutnya, penguatan sektor UMKM membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, legislatif, dunia usaha, hingga perguruan tinggi.
"Kami ingin pembukuan sederhana menjadi fondasi bagi UMKM untuk semakin berdaya saing. Ketika administrasi usaha tertata dengan baik, pelaku usaha akan lebih mudah mengukur perkembangan bisnisnya, memperoleh akses pembiayaan, serta memperluas jaringan pemasaran. Kolaborasi ini akan terus kami dorong agar semakin banyak UMKM yang tumbuh mandiri, profesional, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas," tegas dr. Agung.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas peserta, coaching clinic juga menghadirkan Sekretaris Umum BPW HIPKA Jawa Timur, Dr. Mufid Dahlan, yang mengupas strategi meningkatkan daya saing dan kemandirian UMKM melalui penguatan jejaring usaha, inovasi, serta pendampingan berkelanjutan.
Baca juga: Warrior Tangsil Wetan Juarai Kriesna Cup 2026, Grand Final Gobak Sodor Bondowoso Berlangsung Meriah
Sementara itu, materi teknis mengenai penyusunan pembukuan sederhana disampaikan oleh Dr. Zakik Basalamah, dosen sekaligus Koordinator Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Trunojoyo Madura. Peserta dibimbing memahami teknik pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, hingga penyusunan laporan laba rugi sederhana yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha.
Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Beragam persoalan yang dihadapi pelaku UMKM, mulai dari pengelolaan administrasi, pencatatan keuangan, hingga akses pembiayaan, menjadi bahan diskusi bersama para narasumber.
Kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, DPRD Provinsi Jawa Timur, BPW HIPKA Jawa Timur, dan kalangan akademisi diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem UMKM di Bondowoso.
Dengan tata kelola keuangan yang semakin baik, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta tumbuh sebagai penggerak utama perekonomian daerah. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat