Surat cinta untuk Cak Imin Dari: Anas Urbaningrum

Reporter : Shofa
Ilustrasi

Surat cinta untuk Cak Imin
Dari: Anas Urbaningrum

Ada baiknya Santai aja, sahabatku. 
HMI itu bisa kok dipanjangkan menjadi  "Haji Muhaimin Iskandar"

Baca juga: HMI Cabang Denpasar Dorong Optimalisasi Logistik dan Imbau Masyarakat Bijak Sikapi Kelangkaan BBM

Sejatinya, Tidak ada alasan HMI bermusuhan dengan PMII. Tidak ada dasar juga bagi PMII untuk memusuhi HMI. 

Berkompetisi itu baik, pembelajaran dan mendewasakan. Dalam semangat persaudaraan.

Mau teori sosial, kajian demokrasi, civil society, apalagi prinsip ukhuwah (Islamiyah, Wathaniyah, Insaniyah) : tidaklah tersedia argumen, kecuali untuk berlomba-lomba menghadirkan kemaslahatan. Bersama spirit paseduluran. 

Jika terkait dengan NU, misalnya Ketua Umum yg dipilih oleh AHWA (dan Rais ‘Aam) adalah alumni PMII atau alumni HMI atau alumni GMNI atau alumni IPNU atau alumni Ansor atau alumni Fatayat, seharusnya tidak ada persoalan.

Baca juga: Surat Ringan "Syarat Pendidikan Pejabat Publik Yang Dipilih"

Saya merasa pernah dipersaudarakan dengan @cakimiNOW secara “khusus” oleh Kyai Abdul Jalil Mustaqim, Pondok PETA Tulungagung. 
Saat itu sama-sama sebagai Ketua Umum, Cak Imin menjelang akhir periodenya, saya mengawali periode kepengurusan. Setidaknya, itu perasaan saya.

Saya ingat, salah satu nasihat pendek dari Kyai Jalil : “PMII dan HMI yang rukun ya”. Tentu disampaikan dalam bahasa Jawa.

Salam peseduluran...

Baca juga: Sarung, Kopiah, dan Ghirah yang Tak Pernah Surut

 

Redaksi JatimUPdate.id mendapatkan narasi ini dari grup wa Jaringan Indonesia. (sof/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru