Jakarta, JatimUPdate.id - Program Sekolah Rakyat mendapat respons positif dari masyarakat. Hasil survei Media Survei Nasional (Median) menunjukkan mayoritas responden menyatakan puas terhadap program pendidikan yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu tersebut.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan, sebanyak 56,1 persen responden menyatakan sangat puas atau cukup puas terhadap Program Sekolah Rakyat.
Rinciannya, 18 persen responden mengaku sangat puas dan 38,1 persen menyatakan cukup puas. Sementara itu, 6,8 persen responden mengaku kurang puas dan 3,1 persen menyatakan tidak puas.
Adapun sebanyak 34 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
"Ini menunjukkan program tersebut cukup mendapat penerimaan publik," ujar Rico, Sabtu (5/9/2026).
Dinilai Beri Akses Pendidikan Gratis
Rico menjelaskan, tingkat kepuasan publik terutama didorong oleh manfaat Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu.
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 12 persen responden menyatakan puas karena program tersebut memberikan pendidikan secara gratis bagi masyarakat tidak mampu.
Kemudian, 8,9 persen menilai Sekolah Rakyat membantu masyarakat kurang mampu. Sebanyak 6,9 persen responden menilai program tersebut membantu masyarakat memperoleh pendidikan yang layak.
"Selanjutnya 6,4 persen menilai pendidikan menjadi lebih terjangkau dan merata," kata Rico.
Baca juga: Survei Parameter Politik Indonesia: Gerindra Teratas, PDIP dan Golkar Membuntuti
Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan masyarakat melihat Sekolah Rakyat sebagai salah satu program yang dapat memperluas akses pendidikan, khususnya bagi kelompok masyarakat kurang mampu.
Sosialisasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Meski mendapat respons positif dari masyarakat, Median mencatat masih terdapat tantangan dalam hal pengetahuan publik terhadap Program Sekolah Rakyat.
Hasil survei menunjukkan baru 61,7 persen responden yang mengetahui adanya Program Sekolah Rakyat. Sementara itu, 38,3 persen lainnya mengaku belum mengetahui program tersebut.
Rico mengatakan, kondisi ini menunjukkan pemerintah masih perlu memperkuat sosialisasi agar keberadaan dan tujuan program semakin dikenal masyarakat.
"Artinya, sosialisasi masih perlu diperkuat. Pemerintah juga harus memastikan kualitas pendidikan, fasilitas, tenaga pendidik dan ketepatan sasaran agar tingkat kepuasan masyarakat dapat terus meningkat," ujarnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Satgas PKH Dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin
Metodologi Survei
Survei Median dilakukan melalui wawancara tatap muka atau face-to-face interview pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Populasi survei mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Target sampel sebanyak 1.212 responden, dengan margin of error (MoE) sekitar ±2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sampel dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling. Distribusi sampel dilakukan secara proporsional berdasarkan populasi provinsi dan gender.
Untuk memastikan kualitas data, Median juga melakukan quality control terhadap 20 persen sampel.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat