Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, William Wirakusuma mengungkap penyebab carut marutnya data desil di kota Pahlawan.
Menurut Bro Will panggilan akrabnya, rusaknya data desil di kota Pahlawan karena beberapa faktor, di antaranya warga yang di survei sedang tidak di rumah.
Baca juga: Golkar Surabaya Bidik Suara Emak-emak, Pengurus Kecamatan Diisi 30 Persen Perempuan
"Bisa jadi waktu survei orangnya nggak ada di rumah, kerja misalnya," kata Bro Will, Minggu (13/9).
Selain itu, tambah Bro Will warga tidak berkenan di survei, serta alamat domisili dan KTP tidak sama.
Misalnya saat tim melakukan survei, warga bersangkutan sudah pindah domisili ke tempat lain.
"Jadi, disurveinya di alamat KTP tapi orangnya nggak, karena sudah pindah rumah. Itu juga bisa," tegas Bro Will.
Baca juga: Rakerda Partai Golkar Surabaya: Rumuskan Langkah Taktis Hadapi Pemilu 2029
Sehingga petugas cuma berkoordinasi dengan RT/RW setempat yang mengakibatkan hasil survei tidak akurat.
"Kan pakai kira-kira juga itu. Tapi satu hal lagi, dengan sistem PMT ini memang exclusion error-nya tinggi," tukasnya.
Bro Will mendorong agar masyarakat ikut berpartisipasi dan kesediaannya dalam pelaksanaan survei.
Baca juga: Sejumlah Ketua Parpol Hadiri Rakerda dan Pengukuhan Pengurus Golkar Surabaya
Ia menegaskan partisipasi tersebut sangat dibutuhkan agar hasil survei menghasilkan data yang akurat.
"Butuh juga partisipasi warga supaya data itu bisa bagus ya mereka harus bersedia disurvei, gitu," beber William Wirakusuma. (Roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman