Penulis : Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi

Dilepas Lewat Telepon: Purbaya, Resistensi Internal, dan Bayang-Bayang Bandit Keuangan

Reporter : Redaksi
Keterangan Gambar: Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi

JatimUpdate.id — Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya diberhentikan dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Sebenarnya, pergantian pembantu Presiden RI adalah hal biasa. Pengangkatan dan pemberhentian mereka tidak selalu mengejutkan. Purbaya pun mengakui bahwa keputusan itu adalah hak prerogatif Presiden RI.

Yang tidak biasa, banyak pihak menyayangkan caranya: melalui telepon, ketika ia sedang mengikuti rapat formal. Meski, seperti kata Dahlan Iskan, lewat telepon atau tatap muka sama saja.

Baca juga: Kajati Aceh Terima Kunjungan Kakanwil Dilingkungan Kemenkeu

Mengapa peristiwa itu terjadi begitu tiba-tiba? Adakah kekuatan besar di balik keputusan pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa? Kekuatan yang “memaksa” dengan cara tidak beretika? Kekuatan yang mungkin hanya bisa dijalankan oleh seorang atau beberapa bandit keuangan?

Siapakah orang atau pihak yang—tanpa etika, bahkan bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi, yakni UUD 1945—dapat “memaksa” apa pun dengan kekuatan uang? Lalu, pertanyaan untuk Menteri Keuangan yang baru dilantik pada 14 September 2026: apakah Suahasil Nazara lebih baik dan lebih bersih dibanding Purbaya Yudhi Sadewa?

Tantangan Resistensi Internal

Tepat satu tahun tujuh hari mengemban amanah sebagai Menkeu RI, banyak hal kontroversial dilakukan Purbaya terkait tata kelola keuangan negara. Selain itu, Purbaya memang bukan pejabat karier di Kementerian Keuangan. Banyak pembenahan—atau “bersih-bersih”—di internal Kemenkeu RI yang telah dan akan dilakukannya.

Di antaranya terkait kasus korupsi dan manipulasi di Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) serta Bea dan Cukai. Gebrakan Purbaya tentu menimbulkan resistensi dan membuat sebagian pejabat serta jajaran internal Kemenkeu “gerah”.

Baca juga: Purbaya, Ikan Nila Dan Tradisi Orang Tersingkir

Sementara itu, Suahasil Nazara adalah pejabat karier di lingkungan tersebut. Setelah serah terima jabatan dan pelepasan Purbaya, Menkeu Suahasil Nazara disambut begitu antusias oleh jajaran Kemenkeu RI. Sambutan meriah itu bisa ditafsirkan publik sebagai “kemenangan” orang internal (baca: orang dalam).

Tentu ada pertanyaan yang tersisa di benak orang awam: apakah ini kemenangan bandit keuangan? Mungkinkah Suahasil Nazara mampu melanjutkan kinerja Purbaya Yudhi Sadewa dalam membenahi internal organisasi Kemenkeu RI?

Terlepas dari keahlian Suahasil Nazara di bidang fiskal, kemampuannya merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta pengalaman birokrasinya, isu dan permasalahan utama jelas tidak hanya terletak pada kemampuan sektor fiskal negara.

Baca juga: Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik, Pemerintah Siapkan Skenario Hadapi Harga Minyak Dunia

Kemampuan sektor fiskal hanyalah alat yang tidak terlalu signifikan dalam mengelola stabilitas perekonomian, memacu pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan hasil-hasilnya. Yang lebih berperan menjadi motor penggerak perekonomian bangsa dan negara adalah sektor riil. Sektor riil inilah yang akan mendukung kapasitas fiskal negara dan harus dijauhkan dari bandit keuangan.

Bersambung. (#)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru