Surabaya,JatimUPdate.id - Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya, Minun Latif buka suara terkait mencuatnya isu Wali Kota Surabaya mendatang harus lahir dari kalangan santri.
"Sudah saatnya memang," kata Minun, Kamis (24/9).
Baca juga: Membidik Wajah Baru Parkir Surabaya: Sejahtera Jukirnya, Tertib Kotanya
Sebab kata Minum, kota Pahlawan merupakan lahirnya Resolusi Jihad yang diproklamirkan Kiai Nahdhatul Ulama (NU).
Fatwa itu, beber Minun menegaskan membela tanah air hukumnya fardhu ain, wajib bagi setiap individu.
"Memang terkait dengan tercetusnya Resolusi Jihad yang diproklamirkan oleh para kiai Nahdlatul Ulama, terutama pondok-pondok pesantren," kata, Minun, Kamis (24/9).
Minun menganggap dorongan warga agar Surabaya memiliki wali kota dari kaum santri sangatlah logis.
Baca juga: Akses ke Tambak Keputih Diperebutkan, Komisi C Libatkan Dua Pengembang
Kendati begitu, ia menekankan santri tersebut benar-benar berlandaskan nilai-nilai keagamaan, dan memiliki akhlak yang mulia.
Selain itu, kata Minun satri tersebut harus disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
"Wajarlah kalau ke depan Surabaya dipimpin oleh seorang wali kota yang betul-betul santri minded," tegas Minun.
Baca juga: Komisi A Respons Positif Bunda Jelita, Dokumen Bayi Disiapkan Sejak Hamil
Minun meyakini, jika Surabaya dinahkodai kaum santri, sejalan dengan perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan RI.
Saat itu, papar Minun arek-arek Suroboyo bersama santri dari berbagai Pondok Pesantren di Jawa Timur mempertaruhkan jiwa raganya.
"Ya. Jadi, santri di sini yang dimaksud yang benar-benar memikirkan orang kecil, santri yang ada di pondok-pondok pesantren di Surabaya khususnya. Sehingga para santri mampu menjadi pahlawan pembangunan di Kota Surabaya," demikian Minun Latif. (Roy/Yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat