Halmahera Barat, JatimUPdate.id - Tim Strategi Policy Unit (SPU) Program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu) Kemendes PDT melakukan kunjungan dan monitoring program teesebut di Kabupaten Halmahera Barat di Desa Payo dan Desa Pateng.
Kedua desa tersebut penerima program Tekad Demplot, RITD dan IF.
Baca juga: Provinsi Maluku Utara Bertekad Teruskan Praktek Baik Program TEKAD Untuk Masa Mendatang
"Kami sangat berterima kasih dengan Tekad program Kemendes ini, kami mendapatkan bantuan 100 juta ditahun 2026, Program Demplot ini kita bangun rumah produksi Briket, sambil proses pembangunan berjalan kami akan adakan pelatihan teknis briket yang bahan dasarnya dari kelapa batok dan bisa menyerap tenaga kerja sekitar 10 orang. Nantinya penjualan Briket akan dijual Ternate, karena potensi ekonomi masih tinggi, kami sudah mengarahkan agar Desa kami ini menjadi Desa Tematik Briket, " kata Hamsir Noho Kepala Desa Payo.
Program Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto dengan 12 Rencana Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia yang sesuai dengan Asta Cita Presiden ke 6 membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan di dalam Program Tekad ini semakin terlihat dan semakin terwujud.
"Ekonomi desa kami perlahan akan tumbuh di Desa Payo ini, kalau hasil kelapa batok dari petani bisa di olah dirumah produksi briket, yang selama ini hasil kelapa batok diperkirakan selama 3 bulan menghasilkan 50 ton, maka bisa diprediksi pemerataan ekonomi dari bawah yang menjadi program 12 langkah bangun desa bangun Indonesia dan Asta Cita ke 6 Presiden Prabowo akan terwujud. Maka kolaborasi dan kerjasama antara Bumdes dan Warga petani harus terbangun dengan baik, " Usul Yohanis Fasilitator Ekonomi Program Tekad Kabupaten Halmahera Barat.
Kunjungan Ke Desa Pateng
Tim SPU Tekad kemudian bergeser ke Desa Pateng yang bersebelahan dengan Desa Payo.
Yang mendapatkan buat program Demplot untuk menanam Cabe keriting seluas 1 hektar dengan bantuan anggaran sebesar 100 Jt di tahun 2025, untuk Tahun 2026 mendapatkan bantuan RITD untuk rumah produksi sambal sebesar Rp300 juta dan bantuan IF sebesar Rp250 juta untuk Belanja alat mesin pertanian dan embung, buat tandon air yang digunakan untuk mensuplai air pertanian.
Baca juga: Pembayaran BLT-DD Triwulan III Desa Sumberejo, 23 KPM Terima Bantuan Tunai
"Kami merasakan hasilnya di Tekad ini, harapan kami bisa dilanjutkan dan kalau bisa Pemerintah Kabupaten bisa meneruskan praktek baik ini sehingga tidak selesai setelah dapat bantuan, tetapi akses penjualan dan peningkatan kapasitas Bumdes semakin hari semakin baik," ujar Kepala Desa Pateng Gaflih Anwar.
Sementara itu, Tim SPU TEKAD, M Arif An dan Staf Tim Direktorat PKEI Kemendes Novan Kartiko Ardianto, selain melakukan monitoring kegiatan literasi keuangan desa, kuisioner reformulasi indeks desa juga melakukan kunjungan serta melakukan survei exit strategi program Tekad 2026.
"Selain kita monev kegiatan literasi keuangan, kemudian ada masukan untuk reformulasi indeks desa lewat kuisioner dan juga kami menyajikan instrumen survei exit strategi program TEKAD 2026 yang bertujuan untuk memperoleh data ringkas tapi cukup untuk menilai capaian, kepemilikan, kemandirian, keberlanjutan, ketergantungan, resiko dan kebutuhan transisi setiap desa sebelum program Tekad ini berakhir, " kata M Arif An Tim SPU Tekad yang juga Tenaga Ahli Menteri Desa dan PDT.
Setiap usulan dan masukan agar praktek baik untuk Program Tekad bisa berkelanjutan maka Pemerintah Kabupaten bisa memaksimalkan sharing anggaran dari ketahanan pangan yang 20 % tersebut didorong untuk mengembangkan program Demplot, RITD dan program Tekad yang sudah berjalan selama ini.
Baca juga: Bupati Subandi Dorong Kades dan BPD Kompak Percepat Pembangunan Desa di Sidoarjo
"Adanya pengurangan Dana Desa dan juga ada efisiensi anggaran di setiap Kabupaten, maka kita harus mau tidak mau meneruskan legacy Program Tekad dengan memanfaatkan pendampingan, kemudian memanfaatkan anggaran ketahanan pangan. Selain itu Intervensi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dengan memfokuskan program di desa sebanyak 84 desa penerima lokus TEKAD yang diarahkan sebagai Desa Tematik, berikut kami juga mengusulkan agar indeks desa kami diberikan akses, supaya kami tahu desa ini yg layak atau tidak layak dalam beberapa program usulan tidak hanya di program Tekad saja tetapi juga agar kita bisa memberikan akses ke Kementerian Lembaga lainnya lewat data yang ada di Indeks Desa," tambah Fadli Husein Kepala Dinas DPMD Kabupaten Halmahera Barat.
Kegiatan ditutup dengan kunjungan langsung Tim SPU Tekad dan Direktorat PKEI Kemendes didampingi Kepala Desa berikut Fasilitator Tekad Kabupaten ke pembangunan RITD, Demplot, IF dan Hidroponik.
Pewarta Antok/Faskab TEKAD (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat