Denpasar, 14 Oktober 2026

Masih Ada Empati Dan Kepedulian Sosial Itu, Ditengah Susahnya Antrian Panjang BBM Di Bali

Reporter : Redaksi
Kepedulian sosial warga ditengah sulitnya antrian panjang BBM di Bali.

Oleh Sultan Anshori

Jurnalis Senior di Bali

Baca juga: HMI Cabang Denpasar Dorong Optimalisasi Logistik dan Imbau Masyarakat Bijak Sikapi Kelangkaan BBM

 

Denpasar, JatimUPdate.id - Ditengah antre untuk mengisi BBM di Denpasar, tiba-tiba ada bapak-bapak berpakaian dinas Petugas Pelindung Masyarakat (Limnas) menghampiri mobil saya dan mengetok kaca pintu mobil dengan menawarkan air mineral ukuran mini. 

"Pak mau air gratis" sembari senyum. 

Petugas Linmas tersebut memang sengaja diperbantukan oleh pemerintah setempat bersama dengan petugas lain seperti dari unsur TNI/Polri dan Pecalang untuk mengatur pendistribusian BBM di SPBU di Bali. 

Tak butuh waktu lama untuk berfikir saya langsung membuka pintu dan mengambil satu botol air mineral ukuran kecil tersebut. 

Bukan karena gratis, melainkan untuk menghargai usaha bapak yang rela menawarkan air mineral gratis ke setiap pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang sedang antre BBM yang diketahui belakang hari ini cukup sulit di dapat Khususnya di Bali bagian selatan (Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar). Atau menghargai niat baik si dermawan memberikan air mineral yang mungkin jumlahnya tidak sedikit jika dilihat dari antrean panjang di salah satu SPBU di Denpasar, ada kiranya sampai satu hingga dua kilometer. 

Kelangkaan BBM di Bali menurut informasi resmi dari Pertamina karena keterlambatan pasokan minyak di Depo Bali. 

Baca juga: Viva Yoga: Kemajuan Teknologi Digital Harus Menguntungkan Pencipta dan Pelaku Industri Kreatif

Kesimpulannya adalah, ditengah kesulitan masyarakat Bali yang setiap hari berjibaku dengan antrean panjang demi mendapatkan BBM baik pertalite, Pertamax maupun Solar masih ada empati masyarakat terhadap kondisi masyarakat lain. 

Empati ini adalah cerminan masyarakat asli Indonesia. Menurut Studi Global Flourishing Study (Harvard University & Tim Peneliti, 2025/2026):
Indonesia menempati peringkat pertama di dunia dengan skor kesejahteraan dan hubungan sosial (flourishing) tertinggi (8,47 dari skala 10), didorong oleh kuatnya ikatan komunitas, nilai moral, dan kebiasaan saling membantu.

Artinya tingkat keperdulian antar sesama masyarakat Indonesia sangat tinggi. Hal ini yang manjadi kita kuat, semangat dalam menghadapi semua kondisi yang serba tidak pasti di negara ini. 

 Peribahasa 'Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh" mengandung makna bahwa persatuan dan kerja sama akan mendatangkan kekuatan, sedangkan perpecahan akan menyebabkan kegagalan atau kehancuran.

Baca juga: Berkunjung Ke Balai Transmigrasi Denpasar, Wamen Viva Yoga Dukung Jadi Etalase Global

Semoga rasa empati yang kita masyarakat Indonesia miliki ini senantiasa tetap abadi, karena ini adalah identitas kita sebagai masyarakat Indonesia. 

Semoga niat baik dan tulus dari bapak petugas Linmas dan Donatur air mineral mendapatkan ganjaran yang setimpal di sisi tuhan.

Dan Untuk masyarakat Bali wabil khusus di wilayah Bali Selatan Keep Strong dengan antreannya ya. Kita percayakan kepada pemerintah untuk mengangani kelangkaan BBM yang sudah terjadi beberapa hari ini. Aamiin YRA.




Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru