Cak Ji Buka Ruang Gen Z PDIP Surabaya, Dari Kompetisi Kreatif hingga Aksi Bantu Rakyat

Reporter : Ibrahim
Armuji dorong Gen Z berani melahirkan gagasan dan terjun membantu masyarakat

Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Armuji mendorong generasi Z (Gen Z) di lingkungan partainya lebih berani melahirkan gagasan dan terjun membantu masyarakat. 

Cak Ji begitu panggilan akrabnya meminta mereka menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi persoalan warga.

Baca juga: Bangunkan Pasar Turi dari 'Tidur Panjang'

Pesan itu mengemuka dalam dialog Cak Ji bersama aktivis Banteng Kalcer dan kader muda PDIP di Balai Kreasi DPC PDIP Surabaya, Jalan Setail, Rabu (14/10) malam. 

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah anak muda menyampaikan usulan mulai dari forum kreatif, kegiatan luar ruang, hingga pengabdian masyarakat.

Satya Adi Wicaksana mengusulkan agar DPC PDIP Surabaya memfasilitasi lebih banyak ruang pertemuan bagi kader muda. 

Menurutnya, banyak peserta yang baru saling mengenal sehingga perlu forum rutin untuk membangun kedekatan dan memperkuat kebersamaan.

Ia juga mengusulkan kegiatan lintas alam atau naik gunung sebagai alternatif forum komunikasi yang lebih santai. 

Melalui kegiatan tersebut, kader muda dari berbagai wilayah diharapkan dapat membangun kedekatan tanpa harus selalu bertemu dalam rapat formal.

Usulan itu mendapat respons positif dari Cak Ji. Bahkan, rencana kegiatan di Batu yang sempat disinggung dalam dialog disambut dengan jawaban bahwa agenda tersebut bisa ditindaklanjuti.

Bagi Satya, ruang pertemuan semacam itu penting agar hubungan antarkader tidak terbatas pada kegiatan organisasi, tetapi juga tumbuh melalui interaksi dan pengalaman bersama.

Kompetisi untuk Menarik Gen Z

Sementara itu, Airlangga mengusulkan pendekatan yang lebih kreatif untuk mengenalkan PDIP kepada generasi muda.

Ia menilai kegiatan yang dekat dengan minat Gen Z bisa menjadi pintu masuk untuk membangun ketertarikan mereka.

Salah satu gagasannya adalah menggelar ajang kompetisi yang dapat melibatkan anak muda dari berbagai komunitas. Usulan tersebut melengkapi ide kegiatan stand-up comedy dan hiburan kreatif yang muncul dalam dialog.

Pendekatan ini diharapkan membuat anak muda tertarik berpartisipasi karena kegiatan yang ditawarkan sesuai dengan minat mereka. Dari pertemuan dan aktivitas tersebut, mereka bisa mengenal lingkungan partai secara lebih dekat.

Cak Ji mendukung gagasan agar kegiatan dirancang dengan melibatkan komunitas anak muda. Ia menekankan bahwa pendekatan kepada Gen Z tidak bisa sekadar meniru pola komunikasi generasi sebelumnya.

Menurutnya, anak muda harus diberi kesempatan merancang konsep, menentukan bentuk kegiatan, hingga mengembangkan ide yang dinilai paling relevan dengan generasi mereka.

Gen Z Harus Jadi Agen Perubahan

Baca juga: Purwadi Merapat ke PSI, PDIP Surabaya Itu Hak Pribadi Kami Tidak Risau 

Gagasan yang lebih langsung menyentuh persoalan masyarakat disampaikan Andika. Ia menegaskan bahwa Gen Z tidak cukup hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi harus mengambil peran sebagai agen perubahan melalui pengabdian kepada masyarakat.

Andika mencontohkan persoalan pembangunan box culvert menjadi salah satu persoalan infrastruktur lingkungan yang ingin ia dorong agar mendapat perhatian.

Menurutnya, kedekatan antara kader muda, anggota dewan, dan pemerintah menjadi penting agar aspirasi warga dapat disampaikan tanpa hambatan komunikasi.

“Gen Z yang menjadi agen perubahannya. Gimana Gen Z itu bisa membangun negeri dengan membantu masyarakat kecil dengan pengabdian masyarakatnya,” ujar Andika.

Selain persoalan infrastruktur, Andika juga mengusulkan pengembangan ekonomi kreatif melalui kegiatan susur Sungai Surabaya. 

Ia berharap gagasan tersebut bisa dikembangkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka potensi ekonomi di lingkungan setempat.

Namun, ia menilai gagasan anak muda terkadang membutuhkan dukungan lebih besar agar dapat diwujudkan. Karena itu, ruang komunikasi antara generasi muda dan para pengambil kebijakan dinilai penting untuk menjembatani perbedaan cara pandang antargenerasi.

Andika juga mengingatkan bahwa keterlibatan di partai seharusnya menjadi kesempatan untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Kita gunakan privilege ini untuk membantu kawan-kawan atau membantu orang-orang yang membutuhkan kita,” tegasnya.

Baca juga: Singgung Pasar Turi, Machmud: Harusnya Pemkot Gelisah Bagaimana Pasar Itu Bangkit 

Cak Ji: Jangan Cuma Pegang HP, Berani Suarakan Masalah

Menanggapi berbagai gagasan tersebut, Cak Ji meminta anak muda memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk menyuarakan persoalan di lingkungan mereka. Ia menegaskan, kader muda tidak harus menunggu bertemu pejabat atau anggota dewan untuk mulai memperjuangkan kebutuhan warga.

“Makanya, kon nyekel HP ojo cuma nyengir tok. Gunakno HP-mu iku gawe bantu sithik!” ujar Cak Ji.

Ia mendorong anak muda berani mendokumentasikan persoalan, menyampaikan kritik, dan mengunggahnya melalui media sosial agar mendapat perhatian pihak terkait. Menurutnya, keberanian menyuarakan masalah perlu diikuti gagasan serta dorongan agar ada penyelesaian.

Cak Ji juga menekankan bahwa kaderisasi tidak harus berlangsung dalam suasana formal. Anak muda diberi ruang untuk merancang kegiatan yang sesuai dengan karakter generasi mereka, mulai dari diskusi rutin, podcast, pertunjukan komedi, kompetisi kreatif, hingga aktivitas di alam terbuka.

“Bukan saya untuk mendikte kamu. Kalian yang akan merumuskan output-nya,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar setiap ide tidak berhenti menjadi pembicaraan dalam forum. Kegiatan harus memiliki tindak lanjut yang jelas dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Dialog di Balai Kreasi DPC PDIP Surabaya tersebut memperlihatkan beragam cara pandang generasi muda dalam membangun keterlibatan politik. 

Tantangannya kini adalah menerjemahkan gagasan tersebut menjadi kegiatan nyata. Bukan sekadar membuat anak muda aktif dalam organisasi, melainkan memberi ruang agar kreativitas, keberanian menyampaikan kritik, dan kepedulian sosial mereka benar-benar dirasakan masyarakat. (*)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru