Bangkalan, JatimUpdate.id – Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, Cendekiawan Muda Bangkalan menilai program-program pemerintah perlu terus dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Baca juga: Baladhika Karya Jawa Timur Apresiasi Keberhasilan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Program yang dinilai memiliki tujuan baik perlu dilanjutkan, sementara berbagai kekurangan dalam pelaksanaannya harus dibenahi.
Salah satu penggagas Cendekiawan Muda Bangkalan, Fawas El Madani, mengatakan bahwa penilaian terhadap kebijakan pemerintah tidak seharusnya hanya didasarkan pada sisi positif atau negatifnya.
Menurutnya, hal yang lebih penting adalah melihat bagaimana kebijakan tersebut dilaksanakan dan sejauh mana dampaknya bagi masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).
Fawas menilai program tersebut memiliki tujuan yang baik, tetapi pelaksanaannya tetap membutuhkan pengawasan dan evaluasi, mulai dari kualitas makanan, mekanisme pengawasan, hingga ketepatan sasaran penerima manfaat.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurutnya, kebutuhan dan tantangan di setiap daerah tidak sama sehingga pelaksanaan program perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah.
“Menurut saya, tidak semua kebijakan pemerintah harus dilihat dari sisi positif atau negatif saja. Kita perlu melihat bagaimana pelaksanaannya di lapangan. MBG punya tujuan yang baik, tetapi tetap perlu dibenahi. Daerah 3T jangan sampai luput dari perhatian,” ujar Fawas, Sabtu (17/10/2026).
Selain MBG, Fawas turut menyoroti program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Ia berharap koperasi tersebut tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi benar-benar mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Menurutnya, keberadaan KDMP perlu diikuti dengan pengelolaan yang baik agar koperasi dapat menjalankan kegiatan ekonomi secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, program tersebut tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga mampu mendukung penguatan ekonomi desa.
Baca juga: Prabowo Lantik 9 Pejabat di Istana, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI
Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi perhatian Cendekiawan Muda Bangkalan. Fawas menilai upaya pencegahan harus diperkuat agar penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika kebakaran sudah meluas.
“KDMP harus benar-benar bermanfaat bagi ekonomi desa, dan persoalan karhutla juga perlu kita sikapi dengan serius. Melihat kondisi di berbagai daerah yang mengalami karhutla semakin parah, persoalan ini harus menjadi atensi khusus dan ditangani dengan serius dan diperlukan kerjasama yang baik antara Pemerintah dan masyarakat ,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fawas menyampaikan bahwa pemerintah tentu membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjalankan program pembangunan. Namun, masukan dan kritik dari masyarakat juga penting sebagai bahan evaluasi agar kebijakan yang dibuat semakin baik.
“Pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa banyak program yang dijalankan, tetapi bagaimana program itu bisa membantu masyarakat. Harapannya, ke depan kebijakan pemerintah semakin tepat sasaran dan manfaatnya bisa dirasakan lebih merata,” pungkas Fawas. (roy/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat