Oleh Viva Yoga Mauladi
Ketua Dewan Pembina Karya Cipta Indonesia (KCI), Wakil Menteri Transmigrasi RI
Baca juga: Tiga Partai Politik Dukung Prabowo Subianto Untuk Maju Lagi Pada Periode Kedua
Denpasar, Bali, JatimUPdate.id - Sebagai Ketua Dewan Pembina Karya Cipta Indonesia (KCI), saya mengapresiasi Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam menggelar ‘Global Dialogue On Cross-Border, Copyright Royalti Governance In The Digital Era’.
Kegiatan yang dibuka oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas,Bali, (7/10/2026), itu diikuti oleh 32 negara hadir secara langsung, 4 negara secara daring, perwakilan lembaga manajemen kolektif (LMK) dari dalam dan luar negeri, kreator, pelaku industri kreatif, akademisi, dan pakar dalam bidang terkait.
Baca juga: Viva Yoga: Kemajuan Teknologi Digital Harus Menguntungkan Pencipta dan Pelaku Industri Kreatif
Menurut saya kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan dalam banyak sendi kehidupan termasuk di dalamnya soal hak karya cipta.
Dengan teknologi digital, kreasi dari sang pencipta atau kreator cepat tersebar atau disebarluaskan melalui berbagai platform digital. Masyarakat semakin mudah menikmati karya cipta di berbagai platform.
Baca juga: Berkunjung Ke Balai Transmigrasi Denpasar, Wamen Viva Yoga Dukung Jadi Etalase Global
Mudahnya penyebaran karya cipta lewat berbagai platform disebut menciptakan peluang besar tumbuhnya ekonomi kreatif bagi pencipta dan pelaku usaha. Meski demikian ditegaskan di tengah semakin besarnya peluang ekonomi di sektor ini jangan sampai mengabaikan hak cipta.
Inilah tantangan hak cipta di era digital/Menjadi tantangan sebab bentuk platform digital sangat beragam dan terkadang perputarannya di luar kendali manusia dan melampaui batas negara (cross border). (rilis opini/red)
Editor : Redaksi