Miris! Delapan Bulan Dilarang Jualan PKL Waduk Unesa Jual Tossa hingga Rumah 

Reporter : Ibrahim
Abah Dowan, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id - Perwakilan PKL Waduk Unesa Abah Dowan mengaku sudah delapan bulan pedagang tidak berjualan di tempat tersebut. 

Hal itu disampaikan Dowan usai rapat dengar pendapat atau RDP dengan Komisi B DPRD Surabaya, Selasa (20/10). 

Baca juga: Ratusan Jaringan Utilitas Ditertibkan, Buleks Minta Pemkot Data Provider Nakal

"Itu sudah hampir 8 bulan yang lalu," kata Dowan.

Ia memaparkan tidak diperbolehkan pedagang berjualan di tempat tersebut berdampak pada kehidupan mereka.

Pedagang tambah dia, terpaksa menjual Tossa yang mereka pakai untuk aktivitas berjualan.

"Sebagian teman-teman sudah dijual Tossanya, dari 90 sekitar sekarang tinggal 30-an," tukas Dowan.

Baca juga: Fraksi PKS Surabaya Terima Raperda Air Limbah Domestik, Soroti Beban Warga Miskin dan UMKM

Dowan mengungkapkan sepanjang delapan bulan, pedagang juga mencari tempat berjualan di sekitar Waduk Unesa.

Kendati begitu, pedagang merasa tidak tenang karena harus kucing-kucingan dengan Satpol PP.

"Kami jualan di tempat-tempat sekiranya bisa, tapi tetep saja enggak bisa daerah situ, harus kejar-kejaran dengan Satpol PP," beber Dowan.

Baca juga: Jangan Biarkan Uang Rakyat Rp2,6 Triliun Tenggelam dalam Drama Kosmetik Kota

Maka dari itu, Dowan berharap pedagang dapat berjualan kembali di Waduk Unesa hingga menemukan solusi yang tepat.

Pasalnya pedagang cuma bisa bertahan hidup dari sisa penjualan Tossa dan aset lain yang mereka lepas.

"Ya hidup dari uang sisa penjualan Tossa, terus sebagian menjual aset tanahnya, rumahnya itu dijual pasti. Jadi sementara ini kami masih menunggu keputusan," demikian Abah Dowan. (Roy/Yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru