11 Pelaku Telah Berhasil Diidentifikasi Dengan Dua Warga Negara Asing

Geger Pidie! 1,1 Ton Sabu Diproduksi, Kapolri Turun Langsung, BNNP Aceh Ungkap Perang Narkoba Harus Tuntas

Reporter : Zikrillah
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., (kanan) bersama kolega saat mendampingi Kapolri. (Foto asakita.news.com)

 

 

Baca juga: Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Kapolri : Berpotensi Selamatkan 5,8 Juta Jiwa

Pidie, JatimUPdate.id – Pengungkapan lokasi pembuatan narkotika jenis sabu di Gampong Beureueh Ulee Tutue, Kabupaten Pidie, menjadi sorotan serius dalam upaya pemberantasan narkoba di Aceh.

Dalam pengungkapan tersebut, aparat menemukan sekitar 1,1 ton sabu yang sedang dalam proses produksi, termasuk narkotika yang disebut telah siap diedarkan.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K., M.Si., meninjau langsung lokasi yang diduga menjadi tempat produksi narkotika tersebut pada Jumat, (23/10/2026).

Pengungkapan ini menjadi perhatian besar karena memperlihatkan ancaman serius peredaran narkotika yang harus ditangani secara menyeluruh, mulai dari tempat produksi hingga jaringan distribusi dan pihak-pihak yang terlibat.

Dalam konferensi pers di lokasi, Dedy Tabrani menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan.

Menurutnya, aparat harus membongkar jaringan hingga ke akar-akarnya agar tidak ada lagi ruang bagi sindikat narkotika untuk menjalankan aktivitas ilegal di Indonesia, khususnya di Aceh.

“Pemberantasan narkoba mesti sampai ke akar-akarnya. Semua sisi harus ditutup. Jangan biarkan mereka memiliki tempat di Indonesia, khususnya Aceh,” tegas Dedy.

1,1 Ton Sabu, Ancaman Serius Bagi Provinsi Aceh

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), aparat menemukan sekitar 1,1 ton sabu yang sedang diproduksi. Selain itu, terdapat narkotika yang dilaporkan telah siap untuk diedarkan.

Temuan itu jadi salah satu fokus utama dalam pengembangan kasus, mengingat besarnya jumlah narkotika yang ditemukan dan potensi dampak peredarannya terhadap masyarakat.

Baca juga: Polsek Palmerah Amankan Pria di Kemanggisan, Sabu dan Puluhan Gram Ganja Disita

Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap asal bahan baku, pola produksi, jalur distribusi, serta jaringan yang diduga berada di balik aktivitas tersebut.

11 Pelaku Telah Berhasil Diidentifikasi Dengan Dua Warga Negara Asing

Dalam pengungkapan kasus ini, berdasarkan keterangan yang disampaikan, aparat telah mengidentifikasi 11 orang yang diduga terlibat. Dari jumlah tersebut, dua orang diketahui merupakan warga negara asing (WNA).

Identitas dan peran masing-masing pihak perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan keterlibatan mereka serta mengungkap kemungkinan adanya jaringan narkotika lintas negara.

Pengembangan perkara diharapkan tidak hanya mengungkap pelaku yang berada di lokasi, tetapi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga mengendalikan produksi, membiayai operasional, hingga mengatur distribusi narkotika.

Provinsi Aceh Tidak Boleh Jadi Ruang Nyaman Bagi Sindikat Narkoba

Baca juga: Mentan Andi Amran Sulaiman Bersurat Ke Kapolri Baru Agar Tindak Tegas Mafia Pangan

Penegasan Kepala BNNP Aceh itu menjadi pesan kuat bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan langkah tegas, terukur, dan berkelanjutan.

Penindakan harus menyentuh seluruh mata rantai kejahatan, mulai dari produksi, penyimpanan, distribusi, hingga aliran dana yang menopang jaringan.

Aceh tidak boleh menjadi ruang aman bagi sindikat narkotika. Pengungkapan kasus ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih luas sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Pesannya jelas: perang melawan narkoba tidak cukup dengan menangkap pelaku. Jaringan harus dibongkar, sumber produksi dihentikan, dan seluruh mata rantai peredarannya ditindak sesuai hukum.

Data yang berhasil dihimpun Redaksi JatimUPdate.id mengutip catatan redaksi Asakita.news.com menyebutkan bahwa jumlah barang bukti, status 11 orang yang teridentifikasi, dan kewarganegaraan dua orang tersebut ditulis berdasarkan narasi yang diberikan.

Rincian resmi hasil pengungkapan dan status hukum para pihak perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang. (asakita.news.com/dziq/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Trending Minggu Ini
Berita Terbaru