Baca juga: Bupati Lamongan Resmikan Jalan Plembon–Made, Didorong Jadi Jalan Protokol Penopang Ekonomi
LAMONGAN, JatimUPdate.id, - Dampak kemarau kini semakin meluas. Di Lamongan Jatim, setidaknya sudah terdata sebanyak 8 kecamatan mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
Hingga kini, krisis air bersih telah merambah setidaknya di 30 dusun, 21 desa di 8 kecamatan di Lamongan.
Data dari BPBD Lamongan menyebutkan, di luar itu 8 kecamatan ini, masih ada 5 kecamatan yang masuk dalam kategori siaga darurat bencana kekeringan dan harus diwaspadai.
"Kecamatan dan desa terdampak di Wilayah Lamongan yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih dampak El Nino terus bertambah. Update hari ini ada 21 desa di 8 kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Joko Raharto, Selasa (3/10/2023).
Menurutnya, ke 8 kecamatan yang terkena dampak kekeringan dan krisis air bersih tersebut diantaranya adalah Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Sugio, Modo, Sarirejo, Deket, Mantup dan Sukorame.
BPBD Lamongan, kini semakin intens memasok air bersih ke kecamatan yang mengalami kekeringan tersebut. Hampir setiap hari BPBD Lamongan bergiliran mensuplai air bersih ke 8 kecamatan yang mengalami krisis air bersih ini.
"Kita berupaya agar tidak sampai ada warga yang kekurangan terkait kebutuhan air bersih ini," ujarnya.
Sampai hari ini, hari ke tiga bulan Oktober, terhitung sudah sebanyak 88 tangki yang terdistribusi ke masyarakat di 8 kecamatan terdampak.
"Kalau dihitung volume air sebanyak 458.500 liter air dan semuanya berlangsung lancar dan tidak ada kendala," katanya.
Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi juga telah membuat SK tentang status siaga darurat bencana kekeringan di Lamongan yang didalamnya ada sebanyak 13 kecamatan.
BPBD setiap hari terus memantau melalui hubungan komunikasi dengan camat hingga kades terkait desa-desa terdampak ini.
Sebab, setiap musim kemarau selalu ada wilayah di Lamongan yang dilanda kekeringan dan berdampak pada krisis air bersih.
"Selain dropping air bersih, kita juga memberikan bantuan puluhan jerigen dan tandon air masing-masing volume 1.200 liter," ungkapnya.
Sementara itu, warga di wilayah krisis air bersih berharap segera turun hujan. Kemarau tahun ini sangat dirasakan dampaknya. " Semoga segera ada hujan di Lamongan," ungkap Suminto warga Sukorame. (ZR)
Editor : Yuris. T. Hidayat