PC PMII Nganjuk Deklarasikan Penolakan Kampanye Hitam Demi Pemilu yang Sehat dan Adil

jatimupdate.id
Keterangan Foto:- Deklarasi menolak kampanye hitam Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Nganjuk di halaman Gor Bung Karno Kelurahan Begadung, Nganjuk, Kamis (25/01/2024).

Nganjuk, JatimUPdate.id,- Deklarasi menolak kampanye hitam atau black campaign resmi dinyatakan oleh Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Nganjuk, kegiatan dilaksanakan di halaman Gor Bung Karno Kelurahan Begadung, Nganjuk, Kamis (25/01/2024).

Ketua PC PMII Nganjuk, Arisa Baitul Hanif menjelaskan bahwa deklarasi tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak buruk kampanye hitam yang dapat merusak integritas proses demokrasi yang seharusnya dijalankan secara sehat dan adil.

Baca juga: Proyek Revitalisasi SMK Al Husna Rp 1,7 Miliar Disorot, Ada Dugaan Potongan Dana hingga Dikerjakan Pihak Ketiga

"Kampanye hitam memiliki potensi untuk memicu konflik di antara pendukung kandidat, menciptakan rasa kebencian, dan mengkondisikan situasi politik yang semakin rumit. Oleh karena itu, PC PMII Nganjuk dengan tegas menolak adanya praktik kampanye hitam," ujar Arisa.

Baca juga: PWI Nganjuk Gandeng Pemkab Gelar UKW, Pendaftaran Gratis Dibuka hingga 23 Oktober 2026

Arisa berharap agar semua lapisan masyarakat dan elemen mahasiswa di Nganjuk tidak terjerumus pada dampak negatif kampanye hitam dalam bentuk apapun.

Baca juga: Komisi III DPRD Nganjuk Datangi Lokasi Rencana Wisata Watu Lawang, Minta Pengembang Lengkapi Data Perizinan

"Saya ingin menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh oleh manipulasi opini yang dilakukan melalui kampanye hitam. Terutama bagi golongan yang cenderung menelan mentah-mentah informasi yang beredar di masyarakat, mereka dapat dengan mudah dipengaruhi dalam membentuk opini dan memilih dalam menggunakan hak suara pada saat pemilu nanti," pungkas Arisa. (RU)

Editor : Nasirudin

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru