36 Wartawan Ikuti UKW di Kupang NTT, 1 Dinyatakan Tidak Kompeten

Reporter : M Aris Effendi
Keterangan Gambar: Dewan Pers Gelas UKW di Kupang NTT

NTT _ JatimUpdate.id _ Dewan Pers menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jum'at - Sabtu, (26-27 Juli 2024).

Keterangan Gambar: Wartawan JatimUpdate.id saat ikuti UKW di Kupang NTT

Baca juga: Ketua PWI Jatim : Butuh 30 Tahun, Untuk Menuntaskan UKW Bagi Seluruh Jurnalis di Indonesia

Berlokasi di Hotel Sotis Kota Kupang, uji kompetensi NTT bekerja sama dengan lembaga uji dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Universitas dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Kegiatan dibuka langsung oleh Paulus Tri Agung Kristanto, ketua komisi pendidikan, pelatihan dan pengembangan profesi dewan pers, pada Jum'at pagi (26/7).

Dalam sambutannya, Agung menyampaikan bahwa UKW yang diselenggarakan di NTT merupakan UKW ke 17 yang difasilitasi dewan pers. Dan berterima kasih kepada lembaga uji Unitomo dan PWI Kupang atas kerjasama melaksanakan UKW.

"Sebelumnya UKW ke 16 di laksanakan di Pontianak, jadi ini UKW ke 17 yang difasilitasi oleh dewan pers," tuturnya.

Ia menambahkan, bahwa sebagai seorang wartawan harus berkerja secara profesional dan mempunyai kompetensi.

"Uji kompetensi ini supaya para wartawan bisa meningkatkan kompetensinya dan bekerja secara profesional. Wartawan harus mempunyai keterampilan dan pengetahuan, selain itu juga harus mempunyai kesadaran sebagai seorang wartawan," pungkasnya.

Setelah pembukaan, acara langsung dimulai dan dilakukan ujian oleh para penguji kepada peserta.

Setelah selesai melakukan ujian, peserta UKW banyak yang merasa senang dan bangga.

Baca juga: Marah Sakti : Wartawan Tetap Mesti Mau Terus Belajar, Guna Peningkatan Kapasitas Dan Skill Pemberitaan.

Andrianus Nikolas Bria dari koranmedia.com salah seorang peserta merasa puas dengan UKW NTT. Wartawan yang mempunyai wilayah kerja Malaka tersebut, mengungkapkan UKW NTT tidak hanya soal ujian, tetapi juga ada umpan balik dan bimbingan dari penguji.

"Saya merasa puas dengan penyelenggaraan UKW di NTT ini, selain karena dekat juga karena di UKW ini kita tidak hanya diuji dengan 11 model kompetensi tapi kita mendapat bimbingan  untuk menjadi Jurnalis yang professional," kata Andre, yang diuji oleh lembaga Unitomo.

Hal senada juga disampaikan oleh Maria Magdalena dari media Wartapedia peserta yang diuji oleh lembaga PWI. Menurutnya adanya UKW, kita bisa mengetahui kemampuan kita selama ini, dan jadi termotivasi serta berusaha untuk jadi wartawan yang profesional.

"Selama dua hari menjalani UKW, merasa kerja jurnalistik saya masih minim. Sehingga UKW mengajarkan untuk lebih profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik," ungkapnya.

Ia mengaku sempat kawatir dan takut untuk ikut UKW sejak pra UKW, sehingga menyetak semua materi untuk dipelajari. Tak lupa, ia mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak.

Baca juga: Bupati Gresik Apresiasi Kolaborasi PWI dan PT Smelting Perkuat Kompetensi Wartawan

"Perasaan takut akan UKW hilang ketika mengerjakan tugas yang diberikan. Terimakasih kepada dewan pers, para penguji serta panitia pelaksana atas apa yang diberikan," tutupnya.

Total ada 36 peserta yang mengikuti UKW Nusa Tenggara Timur untuk tingkat muda. 24 peserta dilakukan uji oleh Unitomo, 12 lainnya oleh PWI dan selanjutnya terbagi kedalam enam kelas. Masing-masing kelas terdapat enam peserta dan satu penguji.

Adapun para penguji UKW, Syaiful Anam, Kundari Pri Susanti, M. Aminun Jabir, Machmud Suhermono dari lembaga uji Unitomo , kemudian Hilarius Florianus Jahang dan Nasrudin dari lembaga uji PWI.

Diketahui selain dari wilayah Nusa Tenggara Timur sebagai tempat pelaksanaan, terdapat 2 peserta dari luar NTT, yaitu perwakilan media Jatimupdate dari Sidoarjo Jawa Timur.

Hasil dari UKW NTT langsung dimumkan saat penutupan, pada Sabtu sore (27/7). Dari 36 peserta, 35 dinyatakan kompeten, dan 1 dinyatakan tidak kompeten. (Aris)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru