Unusa dan BRIN Kolaborasi Riset di Rote Ndao: Perkuat Karakter Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal dan GEDSI

avatar Wahyu Bahrudin
  • URL berhasil dicopy
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kolaborasi strategis dalam pelaksanaan riset bersama di Rote Ndao, NTT. (Foto JatimUPdate.id)
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kolaborasi strategis dalam pelaksanaan riset bersama di Rote Ndao, NTT. (Foto JatimUPdate.id)

 

Rote Ndao, JatimUPdate.id - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kolaborasi strategis dalam pelaksanaan riset bersama di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Riset ini berfokus pada 'Penguatan Karakter pada Anak Usia Dini di Nusa Tenggara Timur melalui Model Pembelajaran Terintegrasi Kearifan Lokal dan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion).'

Kegiatan riset yang dimulai sejak Mei 2025 ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung pengembangan pendidikan anak usia dini yang inklusif, kontekstual, dan berbasis budaya lokal.

Dalam kolaborasi tersebut, Unusa diwakili oleh Direktorat Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tim peneliti yang terdiri dari Mustofa, Ph.D., dan Dr. Fifi Khoirul Fitriyah.

Penelitian ini mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Nusa Tenggara Timur ke dalam proses pembelajaran, sekaligus mengadopsi pendekatan GEDSI untuk memastikan pendidikan yang setara, inklusif, dan responsif terhadap keberagaman.

Model pembelajaran yang dikembangkan diharapkan mampu memperkuat karakter anak sejak usia dini, sekaligus menanamkan nilai-nilai sosial yang relevan dengan konteks lokal.

Selama pelaksanaannya, riset ini telah menunjukkan capaian signifikan. Hingga saat ini, tim peneliti berhasil menghasilkan dua artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi, serta sebuah buku ajar berjudul “Model Pembelajaran Karakter pada Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal dan GEDSI.”

Buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pendidik, praktisi PAUD, serta pemangku kebijakan dalam mengembangkan model pembelajaran yang adaptif dan inklusif.

Dr Fifi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). 

"Pendekatan berbasis kearifan lokal menjadi kunci dalam membangun karakter anak yang kuat dan berakar pada budaya sendiri. Pengembangan anak usia dini perlu kolaborasi berbagai pihak bukan hanya PAUD melainkan juga kerjasama dengan posyandu, orangtua, dan pemerintah desa," menurut Dr Fifi, Selasa, (24/03/2026).

Kolaborasi antara Unusa dan BRIN ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam menghasilkan inovasi pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak luas, khususnya di wilayah Indonesia Timur. (wb/yh)