Seleksi FLS2N SD/MI Bondowoso 2026 Resmi Dimulai, 7 Cabang Lomba Dipertandingkan

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, saat membuka kegiatan seleksi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SD/MI Kabupaten Bondowoso tahun 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara. (Foto: JatimUPdate.id)
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, saat membuka kegiatan seleksi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SD/MI Kabupaten Bondowoso tahun 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara. (Foto: JatimUPdate.id)

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso resmi menggelar seleksi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) tahun 2026.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, S.Pd., M.Si., di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Bondowoso, Jumat (8/5/2026).

Ajang ini menjadi ruang pengembangan bakat, kreativitas, serta literasi siswa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bondowoso.

Seleksi FLS2N tingkat SD/MI tahun ini mempertandingkan tujuh cabang lomba, yakni gambar bercerita, menulis cerita, kriya, menyanyi solo, mendongeng, tari, dan pantomim.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Bondowoso, Tajir, mengatakan untuk hari pertama seleksi difokuskan pada dua cabang lomba, yakni menulis cerita dan gambar bercerita.

“Lomba menulis cerita diikuti 15 peserta, sedangkan gambar bercerita diikuti 17 siswa perwakilan dari 23 kecamatan,” ujarnya.

Menurutnya, juara pertama dari masing-masing cabang akan mewakili Kabupaten Bondowoso pada ajang FLS2N tingkat Provinsi Jawa Timur.

Tajir juga memberi semangat kepada seluruh peserta agar tetap percaya diri dan terus berusaha memberikan kemampuan terbaik.

“Menjadi perwakilan kecamatan sudah menjadi kebanggaan tersendiri. Anak-anak harus tetap semangat dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan bahwa FLS2N bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk menemukan dan mengembangkan potensi terbaik siswa.

Menurutnya, setiap anak memiliki bakat dan kecerdasan yang berbeda-beda sehingga perlu terus diasah dan diberikan ruang untuk berkembang.

“Tidak semua anak harus unggul di bidang yang sama. Yang penting adalah bagaimana mereka menemukan potensi terbaiknya dan terus mengembangkannya,” ujar Taufan.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk tetap menjaga etika dan sopan santun selama mengikuti kegiatan.

Seleksi FLS2N tingkat SD/MI ini diharapkan mampu melahirkan siswa-siswa berprestasi yang nantinya dapat membawa nama baik Bondowoso di tingkat provinsi maupun nasional. (ries/yh)