Jemaah Haji Bondowoso Diimbau Cermat Bawa Barang, Sistem Regu Diperkuat Antisipasi Kerugian
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Menjelang keberangkatan jemaah calon haji (JCH), Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bondowoso mengimbau jemaah untuk lebih cermat dalam menyiapkan barang bawaan, khususnya yang dibawa ke dalam pesawat.
Imbauan ini dilakukan untuk menghindari kerugian akibat barang yang tidak diperbolehkan dan berpotensi disita saat pemeriksaan di bandara.
Kepala Kemenhaj Bondowoso, Astono, menyebut masih ditemukan kebiasaan jemaah membawa barang yang sebenarnya tidak diperkenankan masuk kabin pesawat.
Salah satu yang paling sering terjadi adalah alat pemotong kuku.
“Kalau semua jemaah membawa alat potong kuku, itu bisa menjadi pemborosan. Apalagi jika jumlahnya ratusan, nilainya cukup besar,” katanya kepada JatimUpdate.id, Senin (4/5/2025).
Menurutnya, barang sederhana tersebut tetap dapat digunakan tanpa harus dibawa oleh seluruh jemaah.
Sebagai solusi, pihaknya menerapkan sistem efisiensi berbasis regu.
“Satu regu cukup membawa satu alat saja. Jadi tetap bisa melaksanakan sunnah tanpa menimbulkan kerugian,” jelasnya.
Selain alat potong kuku, jemaah juga diingatkan untuk tidak membawa cairan atau barang dalam jumlah berlebih, seperti madu dan sejenisnya, yang berpotensi tertahan saat pemeriksaan.
Peran Regu Diperkuat, Termasuk Pengawasan Kesehatan
Di sisi lain, Kemenhaj Bondowoso juga memperkuat peran ketua regu dalam pendampingan jemaah selama perjalanan ibadah.
Ketua regu tidak hanya berfungsi sebagai koordinator, tetapi juga dibekali kemampuan dasar untuk mengenali kondisi kesehatan anggota jamaah.
Melalui sistem ini, ketua regu diharapkan mampu melakukan deteksi dini jika terdapat jemaah yang mengalami kendala kesehatan selama perjalanan.
“Ketua regu sudah mengetahui kondisi anggotanya, sehingga bisa segera mengambil langkah jika ada yang mengalami kendala,” tambah Astono.
Sistem pendampingan ini merupakan bagian dari pola pembinaan yang sebelumnya juga diperkuat melalui konsep kiai regu dan 45 kompetensi dasar jamaah, yang diterapkan untuk memastikan kesiapan ibadah secara menyeluruh.
Diharapkan Lebih Aman dan Efisien
Dengan kombinasi edukasi dan penguatan sistem pendampingan, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih aman, nyaman, dan efisien.
Kemenhaj Bondowoso menegaskan bahwa detail kecil seperti barang bawaan dapat berdampak besar terhadap kelancaran perjalanan jika tidak dikelola dengan baik. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat