Jakarta, JatimUPdate.id - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, menyampaikan harapan besar terhadap masa depan pelayanan kesehatan di Indonesia melalui kemajuan inovatif dalam terapi canggih, seperti terapi berbasis sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi pengobatan untuk penyakit yang belum dapat disembuhkan, memberikan harapan baru bagi jutaan orang, khususnya di Indonesia.
Hal ini disampaikan Taruna saat Workshop ELEVATE Empowering Regulatory Excellence: Workshop on Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) yang berlangsung di Hotel Manhattan, Jakarta, pada SeNIN (7/10/2024). Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dari WHO Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta lembaga riset seperti Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Indonesia.
Baca juga: Selama 2025, Pengawasan Obat dan Makanan Berdampak Ekonomi Rp50,8 T
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan ATMP di Indonesia menunjukkan kemajuan yang cukup menjanjikan. Perusahaan farmasi lokal bekerja sama dengan universitas dan pusat riset, memimpin pengembangan terapi sel punca dan rekayasa jaringan. Taruna menyebutkan bahwa saat ini sudah ada empat fasilitas yang memiliki sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk produk terapi berbasis sel, yaitu Bifarma Adiluhung, Prodia Stemcell, Instalasi Kedokteran Sel Punca RSCM, dan Daewoong Biologics Indonesia.
Baca juga: Taruna Ikrar Satukan Universitas Harvard USA dan Tsinghua Tiongkok di HUT BPOM ke-25
“BPOM berperan penting dalam mendukung kemandirian obat dalam negeri dengan memastikan terapi canggih yang menyelamatkan jiwa dapat diakses oleh masyarakat dengan biaya yang wajar,” ujar Taruna.
Taruna juga menambahkan bahwa pasar ATMP diproyeksikan akan tumbuh pesat, dari USD 9,37 miliar pada 2022 menjadi USD 22,48 miliar pada 2027, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 12,8%. Kawasan Asia-Pasifik, termasuk negara-negara seperti Jepang, Cina, dan Korea Selatan, telah muncul sebagai pemain utama dalam pasar ini. Taruna optimis Indonesia dapat segera menjadi bagian dari negara-negara yang menjadi kiblat dalam teknologi dan terapi canggih ini.
Baca juga: BPOM Bersama Kemendiktisaintek Kembangkan Riset Obat Nasional
Pernyataan ini disambut hangat oleh para peserta workshop, yang turut mendukung visi BPOM dalam mendorong inovasi di sektor kesehatan (*).
Editor : Redaksi