Jakarta, JatimUPdate.id - Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menilai komposisi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029 sebagai yang paling solid dan lengkap. Ia optimistis bahwa para pimpinan baru KPK mampu bekerja cepat sesuai amanat undang-undang.
"Komposisi pimpinan KPK kali ini sangat kuat. Unsur yang masuk cukup komplet, terdiri dari petahana, polisi, jaksa, auditor, dan hakim. Ini komposisi paling solid," kata Bamsoet usai Rapat Pleno Pemilihan Pimpinan KPK di Gedung Parlemen Jakarta, Kamis (21/11/2024).
Baca juga: Khofifah Bantah Terima Ijon 30 Persen Dana Hibah Pokir DPRD Jatim
Kelima pimpinan KPK terpilih adalah Setyo Budiyanto (Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian), Fitroh Rohcahyanto (mantan Direktur Penuntutan KPK), Ibnu Basuki Widodo (hakim Pengadilan Tinggi Manado), Johanis Tanak (Wakil Ketua KPK 2019-2024), dan Agus Joko Pramono (Wakil Ketua BPK 2019-2023). Dari nama-nama ini, Setyo Budiyanto terpilih sebagai Ketua KPK.
Bamsoet menyoroti tantangan berat yang menanti para pimpinan baru KPK. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, termasuk sejumlah kasus besar yang belum tuntas. "Tunggakan perkara dari periode sebelumnya menumpuk, termasuk 18 kasus besar yang merugikan negara, salah satunya kasus BLBI," ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi beberapa kasus korupsi besar yang lama tidak kunjung diselesaikan hingga sejumlah tersangka meninggal dunia tanpa pernah diadili. "Puluhan tersangka masih terkatung-katung nasibnya. Ini jelas tidak adil, baik untuk tersangka maupun masyarakat yang menunggu keadilan," lanjut Ketua MPR RI ke-15 itu.
Bamsoet berharap pimpinan baru KPK dapat lebih fokus pada kasus-kasus besar dengan kerugian negara di atas Rp1 miliar. Menurutnya, kasus kecil di bawah nominal itu sebaiknya ditangani oleh kepolisian dan kejaksaan, sementara KPK fokus pada grand corruption.
Baca juga: DPR Sahkan 10 Dewas BPJS Periode 2026–2031, Ini Daftar Namanya
"KPK harus kembali ke khitahnya, yaitu mengungkap kasus-kasus korupsi besar. Dengan begitu, aset negara yang bisa direstorasi juga akan lebih signifikan," tegas Bamsoet.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi antara KPK, Polri, dan Kejaksaan untuk memperkuat pemberantasan korupsi secara holistik. "Kolaborasi dengan lembaga lain penting, terutama dalam supervisi terhadap kasus-kasus yang tidak berada di ranah KPK," tambahnya.
Selain memilih pimpinan KPK, rapat pleno Komisi III DPR juga menetapkan lima anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK periode 2024-2029. Proses pemilihan berlangsung bersamaan dan melalui mekanisme fit and proper test yang telah dilakukan sejak Senin (18/11/2024).
Baca juga: DPR dan Pemerintah Sepakati Langkah Penonaktifan BPJS Kesehatan PBI
Bamsoet menekankan pentingnya pengawasan Dewas KPK dalam memastikan lembaga antirasuah tersebut tetap menjalankan tugasnya sesuai aturan. "Dewas KPK harus mampu menjadi penyeimbang agar kinerja KPK tidak hanya efektif, tetapi juga tetap akuntabel," ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat juga memiliki peran besar dalam mendukung KPK memberantas korupsi. "Kita harus bersama-sama menjaga agar KPK tetap menjadi institusi yang dipercaya publik," pungkasnya.
Dengan komposisi pimpinan baru yang solid dan lengkap, Bamsoet optimistis KPK mampu menjawab tantangan besar dalam memberantas korupsi dan membawa perubahan signifikan selama lima tahun mendatang (*).
Editor : Redaksi