Subsidi BBM untuk Ojol Dinilai Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional

Reporter : Shofa
Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani

Jakarta, JatimUPdate.id – Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang menyertakan pengemudi ojek online (ojol) sebagai penerima subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menurut Meitri, langkah ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat kelas menengah-bawah di tengah ancaman kenaikan biaya hidup pada 2025.

“Kebutuhan BBM mencakup sekitar 60 persen dari biaya operasional pengemudi ojol. Dengan adanya pembatasan subsidi BBM, pendapatan mereka bisa terdampak, dan ini berisiko meningkatkan tarif layanan bagi konsumen. Oleh karena itu, subsidi BBM sangat diperlukan untuk menjaga tarif tetap terjangkau dan menopang kelangsungan hidup para pelaku usaha mikro di ekosistem ekonomi digital,” kata Meitri di Jakarta, Kamis (5/12).

Baca juga: M Frimainto Utomo Nahkodai DPD PKS Surabaya Periode 2025-2030

Meitri mengungkapkan, sejumlah kebijakan ekonomi yang akan diberlakukan tahun depan, seperti kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen, kenaikan iuran BPJS Kesehatan, serta pembatasan BBM bersubsidi, dapat memengaruhi daya beli masyarakat secara signifikan. “Ini menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama,” tambahnya.

Ia menyoroti kontribusi besar sektor transportasi online terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Bain & Company, transaksi di sektor ini telah mencapai Rp 142,7 triliun pada 2024, dengan layanan ojol yang menjadi tumpuan hidup bagi lebih dari 4 juta pengemudi.

“Layanan ojol memberikan dampak positif bukan hanya bagi mereka yang bekerja di sektor ini, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti pedagang makanan dan barang yang mengandalkan platform online. Oleh karena itu, pemberian subsidi BBM bagi pengemudi ojol adalah bentuk dukungan nyata terhadap perekonomian nasional,” jelas politisi PKS ini.

Selain itu, Meitri menekankan pentingnya mekanisme penyaluran subsidi yang tepat sasaran. Ia menyarankan pemerintah dan Pertamina memastikan pengawasan yang ketat di SPBU. “Petugas SPBU harus memverifikasi akun pengemudi ojol sebelum melayani pengisian bahan bakar. Jalur khusus di SPBU juga dapat disediakan untuk membedakan layanan BBM subsidi dan non-subsidi,” katanya.

Anggota DPR dari Dapil Jawa Timur VIII ini juga mengingatkan pentingnya subsidi BBM sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan. Ia menyebut bahwa masyarakat kelas menengah-bawah, termasuk pengemudi ojol, menyumbang 81,49 persen dari total konsumsi nasional menurut survei BPS 2024.

“Subsidi BBM bagi pengemudi ojol bukan hanya untuk mendukung operasional mereka, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat kelas menengah, yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Pelatihan Wirausaha Kreatif, Sampah Disulap Jadi Sumber Ekonomi

Meitri juga mencatat bahwa kebijakan ini dapat membantu menstabilkan tarif layanan transportasi online. Dengan subsidi BBM, kenaikan harga bahan bakar yang memengaruhi tarif ojol dapat diminimalkan, sehingga konsumen tetap memiliki akses layanan transportasi yang terjangkau.

“Kami berharap kebijakan subsidi ini memberikan dampak berkelanjutan bagi pengemudi ojol, pelaku UMKM, dan konsumen. Ini adalah langkah strategis untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional,” kata Meitri.

Ia menambahkan, subsidi BBM yang tepat sasaran juga akan mengurangi risiko terjadinya penyelewengan anggaran subsidi. “Pemerintah harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mereka yang berhak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Meitri mengapresiasi pemerintah yang telah menunjukkan perhatian nyata kepada sektor transportasi online. Namun, ia berharap subsidi BBM ini dapat menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojol.

Baca juga: Upacara HUT RI, PKS Surabaya Ingatkan Makna Kemerdekaan dan Kesejahteraan

“Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengemudi ojol, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi mendatang,” jelasnya.

Meitri menekankan bahwa kebijakan subsidi ini harus dilihat sebagai upaya strategis untuk melindungi sektor transportasi online yang menjadi tulang punggung perekonomian digital.

“Dengan mendukung pengemudi ojol, kita tidak hanya membantu mereka secara individu, tetapi juga mendukung keberlanjutan perekonomian nasional. Subsidi BBM adalah bagian dari solusi menuju ketahanan ekonomi Indonesia,” pungkas Meitri.

Melalui kebijakan ini, diharapkan pengemudi ojol dan UMKM yang bergantung pada ekosistem transportasi online dapat terus bertahan dan berkembang, sekaligus menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global (*).

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru