FGD Ekspor Jawa Timur Ditutup dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama

avatar Deki Umamun Rois
  • URL berhasil dicopy
Peserta FGD Akselerasi Hilirisasi Komoditas Ekspor Jawa Timur yang digelar di PT Jamkrida Jatim, Surabaya, Rabu (15/4)
Peserta FGD Akselerasi Hilirisasi Komoditas Ekspor Jawa Timur yang digelar di PT Jamkrida Jatim, Surabaya, Rabu (15/4)

 

Surabaya, JatimUPdate.id – Forum Group Discussion (FGD) Akselerasi Hilirisasi Komoditas Ekspor Jawa Timur yang digelar di PT Jamkrida Jatim, Surabaya, Rabu (15/4), resmi ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama.

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat ekspor komoditas unggulan Indonesia.

Dokumen yang ditandatangani berupa PKS (Perjanjian Kerja Sama) dan MOA (Memorandum of Agreement), yang menjadi landasan kolaborasi antara kementerian, BUMN, perbankan, swasta, dan organisasi masyarakat.

Kesepakatan ini menegaskan komitmen bersama untuk membangun ekosistem ekspor berkelanjutan, dengan Jawa Timur sebagai percontohan nasional.

Dalam forum tersebut, Abdul Mughni, M.Si. (Ketua KPRI Setdaprov Jatim) menekankan pentingnya duduk satu meja untuk mempercepat target capaian ekspor komoditas Indonesia.

Sementara itu, Hanif Julhamsyah (Pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang) menginisiasi dukungan melalui program kredit tani, yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Dari pihak Perhutani, Enny Handhayany Y.S. (Administratur Perhutani KPH Jombang) menyampaikan kesiapan menyediakan lahan 40 hektar di Desa Marmoyo, Kabuh, Jombang, untuk pengembangan cabe jawa.

Lahan ini akan dikelola bersama PT Aisyah Cahaya Nusantara sebagai offtaker, dengan dukungan pemberdayaan masyarakat oleh Ormas Formasy Praja Nusantara (FPN).

Sebagai pionir, Achmad Dahlan A.M. (Direktur Utama PT Aisyah Cahaya Nusantara) memaparkan kebutuhan buyer hingga 9.000 ton cabe jawa per tahun, serta riset teknologi farm yang siap diduplikasi ke seluruh Indonesia.

Dukungan kementerian juga menguat, dengan Kuntoro Boga Andri, S.P., M.Agr., Ph.D. (Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementan RI) dan Elvy Risma Nainggolan (Ditjen Perkebunan – Bidang Pemasaran Hasil Perkebunan) menegaskan komitmen memperkuat hilirisasi dan pemasaran hasil perkebunan.

Selain itu, Ima Rahmania (Deputy Kewirausahaan Kementerian UMKM RI) bersama Dinda Aulia Dwinanda Riska menyampaikan dukungan inkubasi usaha ekspor bagi UMKM.

Dari sektor asuransi, Yogi Bramantyo (Zurich Insurance Jakarta Pusat) bersama Kepala Zurich Surabaya menghadirkan solusi asuransi iklim/cuaca untuk melindungi hasil panen dari risiko cuaca ekstrem.

FGD ini menjadi bukti nyata bahwa percepatan ekspor komoditas unggulan Indonesia membutuhkan sinergi aktif seluruh pihak.

Dengan penandatanganan kesepakatan bersama, Jawa Timur kini resmi menjadi percontohan ekosistem ekspor berkelanjutan yang diharapkan dapat diduplikasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia. (dek/yh)