Azhar Adam: Keberhasilan MBG Ditentukan Pengawasan Hingga Akar Rumput

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
Sekretaris BSNPG, Azhar Adam
Sekretaris BSNPG, Azhar Adam

Jakarta, JatimUPdate.id - Sekretaris Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG), Azhar Adam, menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran atau kualitas perencanaan pemerintah, tetapi juga pada efektivitas pengawasan yang menjangkau hingga tingkat paling bawah.

Menurut Azhar, program yang menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia tersebut membutuhkan sistem pengawasan yang kuat agar tujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal.

“Pada akhirnya, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang baik atau anggaran yang besar. Program ini akan berhasil apabila setiap mata rantai pelaksanaannya berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Azhar dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, tantangan terbesar program berskala nasional terletak pada implementasi di lapangan. Dengan cakupan penerima manfaat yang sangat luas, mulai dari siswa sekolah, santri, balita, hingga ibu hamil dan menyusui, potensi munculnya kendala distribusi maupun kualitas layanan perlu diantisipasi sejak dini.

Karena itu, Azhar menilai pengawasan harus ditempatkan sebagai instrumen utama untuk memastikan setiap kebijakan yang dirancang pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

Menurutnya, pengawasan yang efektif bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan mendeteksi persoalan lebih awal agar langkah perbaikan dapat segera dilakukan sebelum masalah berkembang lebih besar.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung akuntabilitas program. Semakin besar skala program dan anggaran yang digunakan, semakin tinggi pula kebutuhan terhadap transparansi dalam pelaksanaannya.

Dalam konteks tersebut, Azhar menilai jaringan BSNPG yang tersebar hingga tingkat daerah dapat menjadi salah satu instrumen pendukung pengawasan yang membantu menghimpun informasi lapangan secara cepat dan sistematis.

“Keseriusan pemerintah dari atas harus diimbangi dengan penguatan pengawasan dari bawah. Dengan begitu, pelaksanaan program bisa lebih transparan, tepat sasaran, dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Azhar mengapresiasi langkah evaluasi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto terhadap pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menilai keputusan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas pelaksanaan MBG.

Ia berharap penguatan pengawasan dari berbagai unsur dapat memastikan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar menjadi instrumen pembangunan sumber daya manusia yang efektif dan berkelanjutan bagi generasi Indonesia (*)