Sinergi LPPOM Pusat dan LPPOM Jatim : Kawal kampanye BPJPH Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 di 1.621 Titik se- Indonesia

avatar Wahyu Bahrudin
  • URL berhasil dicopy
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tancap gas memperkuat literasi sertifikasi halal di Jawa Timur.
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tancap gas memperkuat literasi sertifikasi halal di Jawa Timur.

 

Surabaya, ​JatimUPdate.id,- Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tancap gas memperkuat literasi sertifikasi halal di Jawa Timur.

Langkah masif ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam gerakan nasional Kampanye Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 yang digelar serentak di 1.621 titik lokasi di seluruh Indonesia.

​Gerakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata untuk melindungi konsumen sekaligus mendongkrak daya saing produk lokal di kancah nasional maupun global.

LPPOM Pusat dan LPPOM Jawa Timur mengambil peran strategis dengan mengawal rangkaian kegiatan dari hilir ke hulu. Mulai dari pusat perbelanjaan modern hingga pasar tradisional di daerah.

​Dari Opening Ceremony di Surabaya Hingga Edukasi Pasuruan Raya

Aksi nyata LPPOM Jatim diawali dengan menghadiri Opening Ceremony Kampanye WHO 2026 yang berpusat di Royal Plaza Surabaya. Acara ini menyedot perhatian banyak pihak, mulai dari jajaran pemerintah, pelaku usaha, komunitas halal, hingga masyarakat umum yang antusias.

​Tak berhenti di seremoni pembukaan, LPPOM Jatim langsung bergerak ke daerah. Di wilayah Pasuruan Raya, LPPOM Jatim turun langsung sebagai narasumber dalam agenda Edukasi Halal. Di sini, para pelaku usaha dikupas tuntas mengenai: Urgensi sertifikasi halal, Alur dan proses pemeriksaan halal yang akurat dan Kesiapan mental dan teknis pelaku usaha menjelang tenggat kewajiban sertifikasi.

​Catatan Penting: Edukasi ini menegaskan bahwa konsep 'Halal' saat ini tidak hanya berbicara tentang aspek hukum agama, melainkan sudah menjadi indikator kualitas, keamanan pangan (food safety), dan jaminan kepercayaan konsumen.

​Operasi Pasar: Jemput Bola di Mojokerto, Bojonegoro, dan Bondowoso

​Memastikan pesan halal sampai ke akar rumput, tim LPPOM Jatim juga menggelar aksi 'jemput bola' lewat Operasi Pasar di tiga wilayah, yakni Mojokerto, Bojonegoro, dan Bondowoso.

Dalam operasi pasar ini, petugas memberikan edukasi langsung secara tatap muka (face-to-face) kepada pedagang dan pengunjung pasar mengenai pentingnya memproduksi dan mengonsumsi produk bersertifikat resmi. Edukasi dikemas secara ringan agar pelaku usaha memahami bahwa mengurus sertifikasi halal itu mudah dan membawa banyak manfaat bagi keberlangsungan bisnis mereka.

Bukan Sekadar Sosialisasi, Tapi Gerakan Bersama

Koordinator Mitra Halal LPPOM Jawa Timur, Zainal Maulana Saputra, menegaskan bahwa Kampanye Wajib Halal Oktober 2026 adalah momentum emas untuk memperkuat ekosistem halal nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

"Program Wajib Halal Oktober 2026 bukan sekadar kegiatan sosialisasi, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun kesadaran halal yang lebih luas di tengah masyarakat," ujar Zainal, Kamis, (04/06/2026).

Ia menambahkan, melalui sinergi antara BPJPH, LPPOM, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, diharapkan target sertifikasi dapat tercapai secara berkelanjutan.

"LPPOM Jawa Timur berkomitmen untuk terus hadir memberikan edukasi, pendampingan, dan layanan pemeriksaan halal yang profesional guna mendukung terwujudnya ekosistem halal yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia," tegasnya.

Menurut Zainal, indikator keberhasilan program WHO 2026 ini tidak hanya dilihat dari megahnya acara atau banyaknya titik lokasi yang menggelar kampanye, melainkan dari seberapa besar lonjakan kesadaran pelaku usaha untuk mendaftarkan produknya secara mandiri dan konsisten.

Melalui gerilya edukasi ini, LPPOM Pusat dan LPPOM Jatim kembali membuktikan komitmennya dalam mengawal regulasi pemerintah, sekaligus membawa Indonesia selangkah lebih dekat untuk menjadi pusat industri halal terkemuka di dunia. (wb/yh)