UNS Career Festival 2026 Bekali Mahasiswa Menjadi Talenta Unggul di Era AI dan Persaingan Global

avatar Wahyu Bahrudin
  • URL berhasil dicopy
Direktur SDM SPMT, Edi Priyanto bersama peserta UNS Career Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS pada Sabtu (20/6).
Direktur SDM SPMT, Edi Priyanto bersama peserta UNS Career Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS pada Sabtu (20/6).

 

Surakarta, JatimUPdate.id – Ratusan mahasiswa memenuhi Auditorium G.P.H. Haryo Mataram Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam gelaran UNS Career Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS pada Sabtu (20/6).

Mengusung tema “Unlocking Every Path: Discovering Career Directions, Empowering Future Leaders”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis, kompetitif, dan terdampak oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

UNS Career Festival 2026 menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, yaitu Edi Priyanto, SKM., MM. (Direktur SDM PT Pelindo Multi Terminal), Irfan Akbar Wildani (AI Educator & Content Creator), serta Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. ITE (Awardee LPDP dan penerima delapan Letter of Acceptance dari universitas luar negeri).

Dalam sesi bertajuk “Merancang Karier di Era Disrupsi”, Edi Priyanto menekankan bahwa perubahan dunia kerja berlangsung semakin cepat sehingga mahasiswa perlu menyiapkan diri sejak dini. Menurutnya, keberhasilan karier saat ini tidak lagi ditentukan oleh nilai akademik semata.

“IPK tetap penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang. Dunia kerja membutuhkan individu yang mampu belajar cepat, beradaptasi, berkolaborasi, serta memiliki kemampuan memecahkan masalah dan kepemimpinan yang baik,” ujar Edi Priyanto.

Dalam paparannya, Edi menjelaskan bahwa perusahaan saat ini lebih banyak mencari talenta yang memiliki growth mindset, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, serta kesiapan menghadapi perubahan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memperkaya diri melalui organisasi, magang, sertifikasi, proyek nyata, maupun berbagai pengalaman yang mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing.

Selain membahas strategi pengembangan karier, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan Curriculum Vitae (CV) yang efektif dan sesuai kebutuhan industri.

Edi menjelaskan bahwa CV harus mampu menggambarkan kompetensi, pengalaman, prestasi, dan potensi kandidat secara jelas, ringkas, dan terukur.

Peserta juga diperkenalkan dengan konsep Applicant Tracking System (ATS) yang saat ini digunakan banyak perusahaan dalam proses rekrutmen.

Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai cara membuat CV yang ATS-friendly, penggunaan kata kunci yang relevan, serta teknik menuliskan pengalaman dan pencapaian agar lebih menarik perhatian recruiter.

Tidak hanya itu, Edi juga menyoroti pentingnya LinkedIn sebagai sarana personal branding profesional. Menurutnya, LinkedIn telah menjadi etalase digital yang sering kali menjadi referensi pertama bagi recruiter dan headhunter sebelum melihat CV pelamar.

Mahasiswa diberikan panduan praktis mengenai optimalisasi profil LinkedIn, mulai dari penggunaan foto profesional, penyusunan headline yang kuat, penulisan bagian About, hingga strategi membangun jejaring profesional dan membagikan konten yang relevan secara konsisten.

Sebagai bagian dari materi, Edi memperkenalkan konsep Career Readiness 2026, yang menekankan bahwa daya saing lulusan dibentuk oleh kombinasi antara pendidikan formal, sertifikasi, pengalaman, keterampilan digital, personal branding, dan networking.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah cerminan diri kita di masa depan. Mulailah dari langkah-langkah kecil yang positif, karena dampaknya akan terakumulasi menjadi perubahan besar dalam perjalanan karier kita,” pesan Edi kepada para peserta.

Sementara itu, Irfan Akbar Wildani membawakan materi mengenai pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat proses belajar, serta membuka peluang karier dan bisnis baru di era digital.

Peserta diajak memahami bahwa AI bukan ancaman, melainkan alat yang dapat menjadi keunggulan kompetitif apabila dimanfaatkan secara tepat.

Pada sesi berikutnya, Hardika Dwi Hermawan membagikan pengalaman dan strategi meraih beasiswa LPDP serta menembus berbagai universitas luar negeri.

Ia memberikan motivasi kepada mahasiswa agar berani bermimpi besar, mempersiapkan diri sejak dini, dan memanfaatkan berbagai peluang pendidikan global yang tersedia.

Ketua panitia menyampaikan bahwa penyelenggaraan UNS Career Festival 2026 merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan karier, kemampuan adaptasi, kompetensi digital, jejaring profesional, serta karakter kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin masa depan.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan materi yang aplikatif, UNS Career Festival 2026 menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mulai merancang masa depan kariernya secara lebih terarah, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global di era transformasi digital. (rilis SPMT/wb/yh)