Menagih Bukti Riil di Balik Tameng Pembangunan Surabaya

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi, jatimupdate.id
Ilustrasi, jatimupdate.id

Catatan Redaksi - Anggapan pembangunan Surabaya berjalan lambat tak cukup dibantah dengan memamerkan proyek infrastruktur jangka panjang. Itu justru berisiko mengaburkan persoalan harian warga yang belum tuntas di lapangan. 

Menggunakan proyek makro seperti Jalan Luar Lingkar Barat (JLLB) dan Radial Road sebagai perisai juga merupakan retorika usang. 

Warga Surabaya tidak butuh daftar nama proyek mentereng jangka panjang jika realitasnya pengerjaan di lapangan berjalan lamban. 

Eksekutif sedianya berhenti meminta permakluman atas keterbatasan fiskal dan mulai mendesak transparansi lini masa penyelesaian proyek yang jelas.

Begitu pula dengan pembenahan sistem parkir nontunai (cashless) dan aksi inspeksi mendadak (sidak) yang diklaim sebagai respons aspirasi. 

Digitalisasi parkir hanya akan menjadi slogan kosong jika tidak dibarengi dengan bukti angka kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan. 

Selama jukir liar masih merajalela di lapangan, rotasi internal pun di Dishub tetap akan mandul. 

Di sisi lain, aksi marah-marah kepala daerah saat sidak akan terus dicap sebagai panggung pencitraan jika tidak mampu mengubah bobroknya sistem pengawasan perangkat daerah di bawahnya.

Sudah saatnya Pemkot dan DPRD Surabaya berhenti berlindung di balik narasi-narasi penyejuk. 

Warga Surabaya berhak menuntut bukti konkret, bukan cuma janji masa depan. 

Begitu juga dengan evaluasi total realisasi PAD parkir dan percepatan infrastruktur, harus dibuktikan bukan cuma riuh melakukan pembelaan.