Mengapa Kharisma Pemimpin Penting dalam Politik

avatar Yuris. T. Hidayat
  • URL berhasil dicopy
Fathorrahman Fadli
Fathorrahman Fadli

Oleh. Fathorrahman Fadli

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis, Indonesia Development Research (IDR) Direktur Program Institut Peradaban.


JatimUPdate.id - Dalam kajian "modern state",  kharisma seorang pemimpin itu ternyata menduduki posisi yang penting sekali. Mengapa? Sebab kharisma seorang pemimpin merupakan bukti bahwa seorang pemimpin itu adalah layak berada di puncak kekuasaan negara. 

Kharisma diyakini dapat  membantu pemimpin membangun kepercayaan, loyalitas, dan komitmen dari pengikutnya. Dengan demikian maka arahan lebih mudah diterima dan dijalankan secara lebih akuntabel. Dalam banyak kajian, kharisma juga dikaitkan dengan kemampuan menginspirasi, menyatukan visi, dan mendorong perubahan organisasi atau kelompok.

Kharisma mendorong orang lebih mudah percaya pada pemimpinnya, sehingga koordinasi berjalan lebih lancar. Kharisma juga berguna untuk meningkatkan motivasi karena pengikut merasa terinspirasi oleh visi dan sikap pemimpinnya.

Di sisi yang lain kharisma dipercaya dapat memperkuat kepatuhan sukarela, bukan sekadar kepatuhan karena jabatan atau paksaan. Dalam banyak hal kharisma seorang pemimpin sangat berguna dalam membantu pemimpin memobilisasi dukungan saat situasi sulit atau saat organisasi perlu berubah.

Dalam praktik kehidupan politik suatu bangsa, kharisma bukan hanya soal “menarik” secara pribadi, tetapi juga terkait wibawa, kemampuan komunikasi, kejelasan visi, dan konsistensi perilaku. Karena itu, pemimpin yang kharismatik biasanya lebih efektif menggerakkan tim ketika tujuan menuntut energi kolektif dan kepercayaan tinggi.

Bukan sekadar pesona

Kharisma itu penting, namun dipastikan  tidak cukup sendiri. Kharisma tanpa integritas, kemampuan teknis, dan tata kelola yang baik, dapat mudah berubah menjadi sekadar pesona yang tidak menghasilkan kinerja yang sehat.

Lalu bagaimana penjelasannya dalam konteks politik, organisasi, atau kepemimpinan nasional.

Dalam konteks kepemimpinan politik, kharisma adalah daya tarik dan pengaruh personal yang membuat rakyat merasa percaya, tergerak, dan rela mengikuti seorang pemimpin. Dalam pengertian Weberian, kharisma berhubungan dengan legitimasi yang lahir bukan terutama dari aturan formal, tetapi dari keyakinan pengikut bahwa pemimpin memiliki kualitas luar biasa.

Kharisma dalam politik biasanya tampak saat seorang tokoh mampu membangun kesetiaan melampaui sekadar jabatan atau struktur partainya.

 Pengaruh ini sering muncul lewat kemampuan berpidato, keberanian, konsistensi perjuangan, dan visi yang dianggap kuat oleh publik. Dengqn sejumlah kemampuan tersebut seorang pemimpin dapat menggalang dukungan massa dengan cepat, terutama dalam masa krisis atau transisi. Itu berarti dapat pula meningkatkan legitimasi moral, karena rakyat merasa pemimpin tersebut layak diikuti.

 Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu  menyatukan orang di sekitar visi perubahan yang mudah dipahami dan emosional.

 Pemimpin yang baik secara mekanis dapat memperkuat citra politiknya karena karakter pemimpin menjadi bagian penting dari kepercayaan publik.