Reses di Wonokromo, Cahyo Terima Aduan Desil dan Beasiswa

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Reses Cahyo Siswo Utomo, di DTC, dok Jatimupdate.id
Reses Cahyo Siswo Utomo, di DTC, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id - Sejumlah warga mengeluhkan ketidaksesuaian data desil dan akses beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dalam reses Anggota Komisi A DPRD Surabaya Cahyo Siswo Utomo bersama Kader Surabaya Hebat (KSH) se-Kecamatan Wonokromo di DTC, Lantai 3, Blok C, Ruang Manasik Center, Kamis, (1/10). 

Cahyo mengatakan persoalan desil menjadi keluhan yang hampir ditemui di seluruh kecamatan di Surabaya. 

Berdasarkan catatan Dinas Sosial Surabaya, terdapat 3.283 aduan terkait ketidaksesuaian desil pada triwulan III 2026.

"Dari itu ada 1.845 warga sudah turun desil, 345 naik, dan 1.093 tetap dari yang diproses," kata Cahyo.

Menurut Cahyo, data desil perlu terus dipantau dan diuji dengan kondisi faktual warga di lapangan. 

Ia mendukung verifikasi secara langsung dengan melibatkan kelurahan, RT, RW, KSH, dan masyarakat.

Cahyo juga mengatakan warga yang merasa data desilnya tidak sesuai perlu mendapatkan mekanisme sanggah yang mudah dan proses verifikasi yang cepat. 

Menurut dia, warga yang benar-benar membutuhkan bantuan tidak semestinya kehilangan akses hanya karena data dalam sistem belum menggambarkan kondisi kehidupan mereka secara aktual.

Aspirasi tersebut, kata Cahyo, akan dikumpulkan terlebih dahulu hingga seluruh rangkaian reses selesai. 

Selanjutnya, aspirasi akan dipilah berdasarkan isu untuk disampaikan kepada pihak terkait, mulai dari kelurahan hingga Dinas Sosial Surabaya.

Selain persoalan desil, warga juga mempertanyakan akses beasiswa, termasuk PIP dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). 

Cahyo menjelaskan PIP ditujukan bagi anak sekolah, sedangkan KIP berkaitan dengan pendidikan perguruan tinggi dan memiliki mekanisme pengajuan tersendiri melalui jalur resmi.

"Siswa yang bersekolah di bawah naungan Kementerian Agama memiliki jalur beasiswa yang berbeda sehingga tidak menggunakan mekanisme PIP," tegas Cahyo.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kota Surabaya juga memiliki bantuan pendidikan bagi siswa SMA dan SMK serta bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa.

Cahyo mendorong warga Surabaya mengoptimalkan berbagai skema bantuan pendidikan tersebut agar kebutuhan pendidikan anak dan mahasiswa dapat terpenuhi. (Roy/Yh)