Diikuti Lebih dari 50 Ribu Peserta, Deputi Kementerian UMKM Apresiasi Jaka Sopan 2026

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM RI Riza Damanik bersama Pimpinan Ponpes Al-Ishlah Bondowoso melepas Jaka Sopan 2026 yang diikuti lebih dari 50 ribu peserta di Bondowoso, Minggu (4/10/2026).
Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM RI Riza Damanik bersama Pimpinan Ponpes Al-Ishlah Bondowoso melepas Jaka Sopan 2026 yang diikuti lebih dari 50 ribu peserta di Bondowoso, Minggu (4/10/2026).

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Lebih dari 50 ribu peserta mengikuti Jalan Kaki Bondowoso–Dadapan (Jaka Sopan) 2026 yang diselenggarakan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso bersama Keluarga Besar TNI Kabupaten Bondowoso, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan yang memasuki tahun ke-9 tersebut menempuh rute sekitar 5 kilometer dari depan Kantor BPBD Bondowoso di Jalan Mastrip, Kembang Bondowoso, menuju Pondok Pesantren Al-Ishlah, Dadapan, Kecamatan Grujugan.

Jaka Sopan 2026 dibuka oleh Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Riza Damanik. Ia hadir mewakili Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman yang sebelumnya dijadwalkan hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Pimpinan Ponpes Al-Ishlah Bondowoso sekaligus Ketua Keluarga Besar TNI Kabupaten Bondowoso, KH Thoha Yusuf Zakariya, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian UMKM RI yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Jaka Sopan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Riza Damanik yang hadir mewakili Menteri UMKM. KH Thoha mengatakan Menteri UMKM Maman Abdurrahman sebelumnya direncanakan hadir, namun berhalangan sehingga diwakili Deputi Kewirausahaan.

KH Thoha juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Bondowoso, Dandim 0822 Bondowoso, Kapolres Bondowoso, seluruh instansi yang terlibat, serta jajaran TNI dan Polri yang turut mendukung pelaksanaan Jaka Sopan 2026.

“Terima kasih kepada sahabat-sahabat TNI dan Polri, kepada semua panitia Jaka Sopan, khusus kepada yang telah memberikan dukungan konkret kepada kami sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar,” ujar KH Thoha dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang turut memberikan dukungan, di antaranya Hasyim Joyohadikusumo, Jenderal Agus Sutomo, Profesor Doktor Agus Suherman, serta seluruh kontributor yang telah membantu terselenggaranya Jaka Sopan 2026.

KH Thoha turut mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang hadir dan berpartisipasi dalam Jaka Sopan. Ia mendoakan seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan, serta memperoleh keberuntungan dalam pengundian hadiah.

“Semoga Allah memberikan kesehatan, keselamatan, dan mendapatkan hadiah umrah semuanya,” tuturnya.

Pada Jaka Sopan tahun ini, panitia menyiapkan hadiah ibadah umrah untuk sembilan orang. Jumlah tersebut diharapkan dapat bertambah menjadi 11 orang di masa mendatang. 

“Hadiah umrah tahun ini ada sembilan. Mudah-mudahan nanti bisa bertambah menjadi 11 orang,” ujarnya.

Sementara itu, Riza Damanik memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KH Thoha Yusuf Zakariya beserta jajaran Ponpes Al-Ishlah dan Keluarga Besar TNI yang secara konsisten menggelar Jaka Sopan.

“Pertama, kami mewakili Bapak Menteri UMKM, Bapak Maman Abdurrahman, memberikan apresiasi setinggi-tingginya,” ungkap Riza.

Menurut Riza, pesantren dan santri memiliki peran strategis sejak masa sebelum kemerdekaan hingga era modern. Selain berperan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, pesantren dinilai memiliki kontribusi dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

Riza juga melihat Jaka Sopan memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat Bondowoso. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pelaku UMKM yang membuka stan di sepanjang jalur hingga lokasi kegiatan.

“Hari ini ada tidak kurang dari ribuan masyarakat yang hadir. Di sepanjang jalan, kiri dan kanan banyak sekali UMKM yang tumbuh. Di satu sisi memperkuat pemahaman cinta tanah air, di sisi lain memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Bondowoso,” ungkapnya.

Menurut Riza, keberadaan UMKM dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Jaka Sopan tidak hanya menjadi kegiatan kebersamaan dan olahraga, tetapi juga dapat menjadi ruang bertemunya masyarakat dengan pelaku usaha lokal.

Selain memberikan dampak ekonomi, Riza menilai Jaka Sopan juga menjadi wadah bagi para santri untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam mengasah jiwa kewirausahaan sebelum terjun ke tengah masyarakat.

Ia menyampaikan pesan Menteri UMKM Maman Abdurrahman agar santri tidak hanya memandang profesi sebagai aparatur negara maupun bidang lainnya sebagai pilihan masa depan, tetapi juga mempertimbangkan kewirausahaan.

“Pesan Pak Menteri, santri tidak hanya bercita-cita menjadi PNS, anggota legislatif, atau yudikatif, tetapi juga penting untuk mengisi celah rasio wirausaha kita. Menjadi pengusaha itu sangat penting,” tegas Riza.

Riza juga mengaitkan pesan KH Thoha tentang prinsip “tangan di atas” dengan semangat kewirausahaan. Menurutnya, menjadi pengusaha berarti tidak hanya berupaya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

“Sejalan dengan pesan Pak Kiai agar santri memilih jalan menjadi ‘tangan di atas’, dalam konteks hari ini artinya menciptakan lapangan pekerjaan jauh lebih baik daripada sekadar mencari lapangan pekerjaan,” terangnya.

Wakil Pimpinan Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Gus Yasin Dhia Ul Haq, mengatakan jumlah peserta Jaka Sopan tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 50 ribu orang,” kata Gus Yasin.

Jaka Sopan 2026 menjadi ruang kebersamaan masyarakat Bondowoso sekaligus mempertemukan masyarakat, pesantren, TNI, pemerintah, dan pelaku UMKM dalam satu kegiatan.

Usai pelaksanaan jalan kaki, Riza Damanik bersama jajaran Forkopimda Bondowoso juga meninjau sejumlah stan UMKM yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Kegiatan tahunan tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari tradisi kebersamaan masyarakat Bondowoso, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM lokal. (ries/yh).