Nuswantara Cup U-12 Tuntas, 32 Tim Bertanding Sambil Bawa Pesan: Sepak Bola Oke, Bullying Big No No
Malang, JatimUPdate.id — Sepak bola usia dini bukan sekadar soal mencetak gol dan mengejar trofi. Di balik persaingan di lapangan, ada karakter yang sedang dibentuk dan nilai-nilai yang sedang ditanamkan.
Pesan itulah yang dibawa Nuswantara Cup U-12 yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Sabtu–Minggu (3–4 Oktober 2026).
Turnamen yang diikuti 32 tim tersebut berlangsung lancar sekaligus menjadi ruang kampanye anti-bullying bagi anak-anak.
Mengusung tema “Sepak Bola Oke, Bullying Big No No”, Nuswantara Cup tidak ingin kompetisi berhenti pada urusan menang dan kalah.
Anak-anak diajak memahami bahwa lapangan pertandingan harus menjadi ruang yang sehat untuk belajar sportivitas, menghargai lawan, membangun pertemanan, dan menumbuhkan rasa percaya diri.
Turnamen ini dibuka langsung oleh Founder Nuswantara Arshaka Jaya, Hikmah Bafaqih.
Menurutnya, turnamen yang digelar selama dua hari ini diikuti puluhan tim usia di bawah 12 tahun. Mereka bersaing menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Adu strategi, teknik, kerja sama tim hingga mental bertanding menjadi bagian dari pengalaman yang mereka dapatkan di Stadion Gajayana.
Namun, lanjut Mbak Ema, sapaan karibnya, ada satu pesan yang sengaja ditempatkan di luar papan skor. Yakni bullying bukan bagian dari sepak bola.
"Pesan tersebut menjadi penting, karena sepak bola usia dini bukan hanya tempat mencari bibit pemain masa depan, tetapi juga ruang pendidikan karakter. Cara anak menerima kemenangan, menghadapi kekalahan, menghormati lawan, bahkan memperlakukan rekan satu tim merupakan bagian dari proses pembentukan mereka. Inilah yang sedang kami sampaikan, melalui turnamen ini," jelasnya.
Sebagai informasi, etelah melewati rangkaian pertandingan, SSB Generasi keluar sebagai juara pertama Nuswantara Cup U-12. Posisi runner-up ditempati DPM, sedangkan posisi ketiga bersama diraih Tumpang FC dan ASIFA.
Panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individual untuk mengapresiasi penampilan terbaik sepanjang turnamen, yakni kategori Best Player, Top Score, Best Coach, dan Best Goal Keeper.
Nuswantara Cup U-12 pun ditutup bukan hanya dengan penyerahan trofi, tetapi juga dengan pesan yang jauh lebih besar. Bahwa sepak bola anak harus menjadi tempat tumbuh, bukan tempat saling merendahkan. (rilis/dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat