Program Subuh dan Jumat Keliling Dinilai Bisa Perkuat Kepercayaan Publik terhadap Polri

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Kapolri Jendral Suyudi Ario Seto
Kapolri Jendral Suyudi Ario Seto

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Program Subuh Keliling dan Jumat Keliling yang pernah diterapkan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat menjabat Kapolda Banten dinilai dapat menjadi pendekatan humanis untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat.

Pemerhati Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Saputra Hasibuan, menilai program tersebut layak diterapkan di seluruh jajaran Polda di Indonesia.

Menurut Edi, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak seharusnya hanya terlihat ketika terjadi gangguan keamanan atau persoalan hukum. Interaksi langsung dalam kehidupan sehari-hari dinilai penting untuk membangun komunikasi dan kepercayaan publik.

“Program ini sangat menyentuh masyarakat. Polisi hadir bukan hanya saat terjadi gangguan keamanan, tetapi hadir bersama masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ini cara yang sangat baik membangun kepercayaan publik,” kata Edi, Jumat (2/10/2026).

Edi mengaku beberapa kali mengikuti kegiatan Subuh Keliling dan Jumat Keliling bersama Suyudi ketika masih menjabat sebagai Kapolda Banten.

Dia menyebut respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat positif. Salah satu bentuknya terlihat dari kehadiran Kapolda di sejumlah masjid yang sebelumnya jarang didatangi pejabat.

“Bayangkan, banyak masjid di Banten yang sebelumnya tidak pernah didatangi pejabat. Tiba-tiba Kapolda hadir Salat Subuh bersama masyarakat, kemudian sarapan dan berdialog bersama,” ujarnya.

Menurut Edi, pola komunikasi seperti itu membuat jarak antara pejabat kepolisian dan masyarakat menjadi lebih cair. Masyarakat juga memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan secara langsung.

“Tidak ada sekat antara pejabat dan rakyat. Ini kekuatan pendekatan humanis Polri,” katanya.

Mantan anggota Kompolnas periode 2012-2016 itu menilai pendekatan serupa perlu diperluas ke wilayah lain. Kedekatan antara polisi dan masyarakat, kata dia, merupakan salah satu modal penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Edi menilai interaksi langsung juga dapat membantu polisi memahami persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat bawah.

“Pola seperti ini perlu diperluas karena kedekatan polisi dengan masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga kamtibmas dan membangun kepercayaan publik,” pungkasnya.(ih/yh)