Perhutani KPH Pasuruan Gelar Konsultasi Publik Reidentivikasi HCV 2026
Pasuruan, JatimUPdate.id - Perum Perhutani KPH Pasuruan menggelar Konsultasi Publik Reidentifikasi High Conservation Value (HCV) atau Nilai Konservasi Tinggi (NKT) Tahun 2026, bertempat di kawasan wisata Tanaria Park, Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen, Pasuruan.
Kegiatan ini dihadiri lengkap oleh para pemangku kepentingan. Hadir perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Lumajang dan Nganjuk, Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru, UPT Tahura R. Soerjo, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Mojokerto, BPBD Pasuruan dan Mojokerto, Forkopimcam serta para Kepala Desa dari Kecamatan Prigen, Tosari, Gondang dan Trawas. Turut hadir Pemerhati Lingkungan Cempaka Foundation, Ormas Formasy Praja Nusantara (FPN), LMDH se-wilayah KPH Pasuruan, dan insan media Pasuruan-Malang.
Administratur KPH Pasuruan, Munawar Sukowati, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi. Menurutnya, HCV adalah nilai biologis, ekologis, sosial maupun budaya yang memiliki kepentingan luar biasa di dalam kawasan hutan.
"HCV tidak hanya soal hutan yang masih alami. HCV bisa berupa habitat satwa langka, ekosistem penting, sumber mata air, situs budaya dan religi, hingga sumber kehidupan masyarakat," jelas Munawar.
Tujuan konsultasi publik ini adalah memberikan pemahaman tentang NKT 1 hingga NKT 6, menggali informasi lokal, mengidentifikasi ancaman, serta membangun kesepahaman pengelolaan dan pemantauan agar nilai tersebut tetap terjaga.
Termasuk di dalamnya identifikasi kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih, pangan, protein, hingga tanaman obat.
Mewakili Kepala Cabang Dinas Kehutanan Nganjuk, *Suminta*, menyampaikan peran stakeholder sangat vital: memberikan informasi tentang satwa, tumbuhan, mata air dan situs budaya, melaporkan jika terjadi kebakaran, perburuan atau pencemaran, serta berpartisipasi aktif dalam penanaman, perlindungan mata air dan pencegahan kebakaran.
Apresiasi datang dari Ketua LMDH Bumi Lestari Mulyorejo, Kasiman. Ia menyebut sosialisasi ini memberikan kejelasan peran LMDH dalam menjaga kelestarian.
Pihaknya telah menjaga sejumlah mata air dan membuat percontohan kawasan konservasi, dan siap meningkatkan peran untuk keberlanjutan hutan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu dalam sesi diskusi, Ketua Umum Ormas Formasy Praja Nusantara (FPN), Dodik Purwoko, berterima kasih atas undangan dan paparan yang gamblang tentang NKT 1 - NKT 6 dari Adm KPH Pasuruan.
"Keberadaan kelestarian air, hutan, dan tersedianya oksigen adalah hak dan tanggung jawab kita bersama sebagai anak bangsa yang berbudaya, berbangsa dan bernegara Indonesia. Ini adalah wujud bakti kepada negeri dan pengabdian kepada kehidupan," tegas Dodik.
Melalui konsultasi publik ini, KPH Pasuruan berharap terbangun kolaborasi nyata antara Perhutani, pemerintah, LMDH dan masyarakat untuk menjaga HCV, demi kelestarian hutan dan lingkungan yang berkelanjutan.
Pewarta Sunarso (pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat